BERITAKWI

Pertemuan Karyawan I (2019) dan Perpisahan Karyawan Pensiunan KWI

JAKARTA, Mirifica.net – Kamis (21/02/2019) bertempat di lantai II Ruang Serbaguna Kantor KWI Cikini dilangsungkan pertemuan karyawan KWI (I) periode tahun 2019. Berbeda dengan sebelumnya, acara kali ini diadakan bersamaan dengan  pelepasan 2 (dua)  karyawan KWI, yakni FX. Jarot Wiranto dan Yohanes Indradi yang telah menyelesaikan masa baktinya selama kurang lebih 17 tahun telah berkarya di kantor ini.

Romo Agustinus Surianto saat menyampaikan himbauan dana pensiun (Dok: John Laba)

Diawali dengan pembacaan doa pembuka bersama dipimpin oleh Romo Kristianto J. Suratman.  Selanjutnya, penyampaian beberapa informasi oleh  Romo Agustinus  Surianto, Kepala PSDM PUTG KWI. Kepada karyawan KWI, Romo Agus menghimbau agar mereka wajib mengikuti program dana pensiun yang disediakan KWI.

“Karena ketika dia memasuki masa pensiun, dia masih punya penghasilan sekalipun itu jumlahnya kecil,” ungkap Romo Agus.

Sementara itu, Romo Siprianus Hormat, Direktur KWI, pada sambutannya merefleksikan waktu yang telah dilalui dalam kebersamaan Pak Jarot dan Pak Indradi selama menapakan jejak karyanya di kantor KWI. Mungkin memory waktu akan hilang tetapi peran serta akan tetap ada dan tak hilang oleh waktu, saat ini hanya melepas secara fisik namun tidak secara kenangan.

“Atas nama bapa uskup, para romo dan suster, menyampaikan rasa terima kasihnya atas segala bentuk pengabdian yang telah dilakukan bagi kantor ini dan juga Gereja,” kata Romo Sipri.

Romo Sipri menambahkan,  pemberian plakat tersebut merupakan bentuk penghargaan kepada Pak Jarot dan Romo Kris mewakili Pak Indradi.

Atas penghargaan dari Pak Jarot, mewakili Pak Indradi, beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh rekan-rekan dan para pimpinan KLSD. Ia juga memberikan beberapa  wejangan kepada para Romo, Suster dan karyawan KWI.

Berikut lima wejangan dari pak Djarot untuk Para Romo, Suster dan karyawan KWI:

  1. Rezeki tidak akan tertukar karena semua sudah diatur Tuhan.
  2. Percaya bahwa segala sesuatu mungkin bagi Tuhan, seperti saat Ignasius Jonan menjadi Direktur Kereta Api Indonesia
  3. Penting menjadi orang yang berguna dan bertoleransi untuk kegiatan sosial bagi sesama.
  4. Menjadi orang yang selalu mengikuti perkembangan jaman.
  5. Senantiasa menjadi pribadi yang menggunakan akal sehat.

Acara yang berlangsung  kurun waktu satu jam ini akhirnya ditutup dengan berdoa bersama oleh Romo Suparman, dan dilanjutkan sesi photo bersama para pimpinan KLSD dan karyawan KWI.

Editor: John Laba Wujon

Tags

Stefani Ira Wijayanti

Staf Komisi Komunikasi Sosial KWI

Related Articles

error: Content is protected !!
Close