KATEKESETeladan Kita

Beata Giuseppina : 23 Februari

GIUSEPPINA Vannini di Roma pada 7 Juli 1859, kedua orang tuanya bernama Angelo dan Annunziata Papi. Ia dibaptis dengan nama Giuditta, memiliki dua saudara kandung bernama Giulia dan Augusto. Pada usia 4 tahun, ayahnya meninggal dan disusul ibunya yang juga berpulang selang tiga tahun kemudian ibunya juga, melalui penderitaan akan kehilangan kedua orang tuanya ini, Tuhan mendewasakan imannya.

Giuseppina Vannini //Ilustrasi (Ist-sancamillo.org)

Setelah kedua orang tuanya meninggal dunia, ia hidup terpisah dengan kedua orang saudaranya. Giuseppina hidup dan dididik oleh para biarawati Putri Cinta Kasih di Konservatorium Torlonia di Roma. Di sana mereka mendidiknya dengan penuh cinta kasih dan sukacita iman seorang Kristiani sehingga hidupnya bertumbuh baik, taat, dan reflektif. Namun karena masalah kesehatan yang dimilikinya, sehingga tidak melanjutkan kehidupannya di sana.

Ketika usianya memasuki 32 tahun, ia dipercaya memperoleh penugasan dari Kardinal Vikaris Roma, untuk memulihkan Tersier Camillian. Giuseppina bersama dengan 2 orang lainnya  bersiap untuk melaksanakan tugas ini dengan membentuk sebuah komunitas pada tahun 1892. Bergerak untuk memberikan bantuan bagi orang sakit kapanpun dan dimanapun tanpa membedakan status sosial seseorang.

Pada tahun 1923, Giuseppina menghembuskan nafas terakhirnya dan dikenang yang hidupnya suci, taat dan setia.

Inspirasimu : Santo Maximianus : 22 Februari

Tags

Stefani Ira Wijayanti

Staf Komisi Komunikasi Sosial KWI

Related Articles

error: Content is protected !!
Close