KATEKESETeladan Kita

Beato Marco De’ Marconi : 24 Februari

MARCO dilahirkan pada tahun 1480 di Mantua, Italy. Kedua orang tuanya merupakan orang yang taat dan aktif hadir dan melayani di Gereja, dari contoh kehidupan religius kedua orang tuanya inilah yang memberikan inspirasi baginya untuk hidup setia dalam kekudusan. Pada usia 16 tahun, ia memutuskan untuk bergabung menjadi seorang pertapa Saint Jerome di Migliarino, Mantua.

Marco de Marconi//Ilustrasi (Ist-santiebeatie.it)

Hidup sebagai biarawan lima belas tahun dalam pertapaan, mengarahkan hidupnya untuk kedalaman dan intensitas doa mencapai kekudusan. Hidupnya di dunia sangatlah singkat, Marco dipanggil Tuhan, menghembuskan nafasnya pada usia 30 tahun (1510).

Tubuhnya ditemukan tidak rusak dan utuh setelah bertahun-tahun. Ketika biara di Migliarino, Mantua dihancurkan sekitar abad ke 17, relikui diselamatkan dan dipindahkan ke salah satu gereja di Mantua, pada akhir abad ke 18, relikui dipindahkan kembali di Katedral Mantua.

Pada tahun 1906, Paus Pius X memberikan penghormatan khusus baginya sebagai orang kudus.

(santiebeati.it)

Inspirasimu: Beata Giuseppina : 23 Februari

Tags

Stefani Ira Wijayanti

Staf Komisi Komunikasi Sosial, Konferensi Waligereja Indonesia, sejak Januari 2019-...

Related Articles

instagram default popup image round
Follow Me
502k 100k 3 month ago
Share
error: Silakan share link berita ini
Close