KATEKESETeladan Kita

Beata Placida Viel (Eulalia Vittoria Viel) : 4 Maret

PLACIDA Viel memiliki nama kecil Eulalia Vittoria Viel, lahir pada 26 September 1815 di Quettehou, sebuah desa di Normandia. Keluarga cukup besar, ia memiliki sebelas bersaudara. Tergolong anak yang pendiam dan pemalu dalam pergaulannya sehari-hari. Hidup dihabiskan dengan belajar di sekolah dan menjahit. Sejak kecil hidup kudusnya sudah terlihat, Placida sering  menghadiri kelas katekismus di parokinya hingga akhirnya ia memutuskan untuk masuk biara dan menjadi suster dimasa depan. Salah seorang bibinya yang  dipanggil Maria juga seorang suster, berperan besar memberikan pandangan. hidup kepadanya. Saat itu Placida berusia delapan belas tahun.

Beata Placida
Beata Placida Viel (Eulalia Vittoria Viel)/Ilustrasi (Ist-santiebeati.it)

Ia menghabiskan masa hidupnya untuk belajar, meningkatkan kemampuannya dalam dunia pendidikan sehingga dapat memperoleh kualifikasi untuk mengajar, ia melayani sebagai guru novis dan konselor. Hingga akhirnya ia dipercaya untuk mengambil peran yang lebih besar.

Suster Placida dikirim ke Paris dengan tugas mencari dana untuk memulihkan gereja dengan berusaha mengetuk pintu Istana Kerajaan dan orang-orang pemerintahan pada masa itu. Selama empat tahun ia berusaha menghadapi, dengan kerendahan hati dan dengan semangat kepatuhan. Pada tahun 1846 ia dipanggil kembali pulang ke biara, kemudian terpilih untuk menggantikan pemimpin biara terdahulunya yang meninggal ditahun yang sama pada bulan Juli. Saat itu Suster Placida baru berusia 31 tahun, dalam pengarahannya biara berkembang pesat, jumlah para biarawati yang bergabung kian bertambah banyak hingga mencapai seribu orang, dengan lebih dari seratus rumah biara.

Pada 4 Maret 1877 ia menghembuskan nafas terakhirnya, selama 31 tahun masa kepemimpinannya banyak bangunan yang berhasil didirikan untuk kebutuhan masyarakat seperti panti asuhan, taman kanak-kanak, biara dan rumah sakit.

Dibeatifikasi oleh Paus Pius XII pada 1951.

(santiebeati.it)

Inspirasimu: Beato Peter Jeremiah : 3 Maret

Tags

Stefani Ira Wijayanti

Staf Komisi Komunikasi Sosial, Konferensi Waligereja Indonesia, sejak Januari 2019-...

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close