KATEKESETeladan Kita

Santo Yohanes Ogilvie : 11 Maret

Martir

YOHANES Ogilvie lahir pada tahun 1579, keluarganya merupakan salah satu bangsawan Skotlandia terlahir di tengah keluarga dengan paduan Katolik dan Presbiterian. Saat menempuh pendidikan Yohanes melihat bahwa Gereja Katolik dapat merangkul dan mau menerima semua orang dengan berbagai karakteristik yang dimilikinya, ia pun mencatat ada banyak martir yang taat dan setia dalam Imannya. Pada tahun 1596 pada usia 17 tahun, dirinya memutuskan untuk menjadi seorang Katolik dan menerima baptis di salah satu Gereja yang terletak di Louvain, Belgia.

Santo Yohanes Ogilvie
Santo Yohanes Ogilvie /Ilustrasi (Ist-fransiscanmedia.org)

Bergabung dengan para Yesuit, kemudian di tahbiskan menjadi imam di Prancis pada tahun 1610. Dua setengah tahun berikutnya dirinya memohon untuk ditempatkan sebagai misionaris di Skotlandia. Melakukan tugasnya secara diam-diam, di sana melayani umat Katolik Skotlandia dan berhasil membuat banyak orang yang bertobat. Namun ternyata dia dikhianati, ditangkap, dan dibawa ke pengadilan.

Dia menolak menyangkal Imannya meskipun ditawarkan kebebasan dan kehidupan yang baik. Dirinya tetap setia dan teguh dalam Kristus sampai akhir hidupnya hingga akhirnya menerima hukuman mati sebagai pengkhianat. Kisah mengenai keberanian dalam ketaatannya hingga meninggal diberitakan di seluruh Skotlandia.

Santo Yohanes Ogilvie dikanonisasi pada tahun 1976 oleh Bapa Suci Paus Paulus VI, menjadi orang kudus Skotlandia pertama sejak 1250.

(fransiscanmedia.org)

Inspirasimu: Santo Simplisius : 10 Maret

Tags

Stefani Ira Wijayanti

Staf Komisi Komunikasi Sosial KWI

Related Articles

error: Content is protected !!
Close