KATEKESETeladan Kita

Beata Sibillina Biscossi : 19 Maret

SIBILLINA lahir di Pavia pada tahun 1287, sejak kecil dirinya telah kehilangan orang tuanya, seorang yatim piatu dan mengharuskannya bekerja sehingga tidak sempat mengenyam dunia pendidikan. Saat usia dua belas tahun, ia menerima cobaan yang menyakitkan yakni kehilangan penglihatan sehingga terpaksa harus berhenti dari pekerjaannya. Ujian besar justru menjadi lompatan bagi kehidupan spiritualnya, dalam doa dan pengharapan terus membaktikan dirinya, senantiasa percaya bahwa suatu saat Tuhan akan mengembalikan penglihatannya kembali.

 Beata Sibillina Biscossi
Beata Sibillina Biscossi /Ilustrasi (Ist-katakombe.org)

 Pada usia 15 tahun setelah mendapatkan penglihatan dari Santo Dominikus, sejak saat itu dirinya memutuskan untuk bergabung dengan sebuah komunitas kecil biarawati Dominikan di Pavia, Italia. Sibillina senantiasa mengembangkan doa dan devosinya kepada Santo Dominikus, yang dalam doa berharap melalui perantaranya kesembuhan akan terjadi, namun ketika kenyataan berkata lain bahwa kesembuhan yang dinantinya tidak kunjung datang maka Sibllina mulai berpasrah diri menerima kebutaannya. Kepasrahan dan ketulusannya ini semakin membuka mata rohaninya, dirinya memulai pertapaan hidupnya.

Tinggal di dalam sebuah sel pertapaan yang kecil, Beata Sibillina menghabiskan sepanjang waktunya dalam doa dan meditasi. Melakukan laku silih dalam kesunyian, menariknya ke dalam perenungan penuh kasih tentang Salib Yesus. Banyak orang mengunjunginya untuk meminta nasehat dan doa penyembuhan. Apa yang dikatakannya selalu dapat menenangkan dan memberikan penghiburan bagi jiwa-jiwa. Berbagai keajaiban kesembuhan terjadi dan dikaitkan dengannya.  Dalam sekejap, ia menjadi sangat di kenal masyarakat sehingga banyak orang setiap harinya datang ke tempat pertapaannya untuk berbicara dengannya dan berziarah ke tempat itu.

Menghabiskan kurang lebih 65 tahun hidup dalam pertapaan, pada tahun 1367, diusianya ke 80 tahun Beata Sibillina menutup mata untuk selama-lamanya dalam istirahat kekal. Proses beatifikasinya dilakukan ditahun 1854 oleh Paus Pius IX.

(santiebeati.it & katakombe.org)

Inspirasimu : Santo Fridianus : 18 Maret

Tags

Stefani Ira Wijayanti

Staf Komisi Komunikasi Sosial KWI

Related Articles

error: Content is protected !!
Close