HarianJendela Alkitab

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Minggu, 24 Maret 2019

Bacaan Pertama Kel 17:1-7

Sekali peristiwa berangkatlah segenap jemaat Israel dari padang gurun Sin, berjalan dari persinggahan ke persinggahan, sesuai dengan titah Tuhan. Lalu berkemahlah mereka di Rafidim, tetapi di sana tidak ada air untuk diminum. Jadi mulailah mereka bertengkar dengan Musa. Kata mereka, “Berilah kami air, supaya kami dapat minum!” Tetapi Musa berkata kepada mereka, “Mengapa kamu bertengkar dengan aku? Mengapakah kamu mencobai Tuhan?” Dan kehausanlah bangsa itu disana. Maka mereka bersungut-sungut kepada Musa, dan berkata, “Mengapa pula engkau memimpin kami keluar dari Mesir untuk membunuh kami, anak-anak dan ternak kami dengan kehausan?” Lalu berseru-serulah Musa kepada Tuhan, katanya, “Apakah yangakan kulakukan kepada bangsa ini? Sebentar lagi mereka akan melempari aku dengan batu!” Maka berfirmanlah Tuhan kepada Musa, “Berjalanlah di depan bangsa itu, dan bawalah serta beberapa orang dari antara para tua-tua Israel; bawalah juga tongkatmu yang kaupakai memukul sungai Nil, dan pergilah. Maka Aku akan berdiri di sana di depanmu, di atas gunung di Horeb; pukullah gunung batu itu, dan dari dalamnya akan keluar air, sehingga bangsa itu dapat minum.” Demikianlah diperbuat Musa didepan mata tua-tua Israel. Maka dinamailah tempat itu Masa dan Meriba, oleh karena orang Israel telah bertengkar, dan oleh karena mereka telah mencobai Tuhan dengan mengatakan, ‘Adakah Tuhan di tengah-tengah kita atau tidak?”

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan

Mzm 103:1-2.3-4.6-7.8.11;R:8a

Tuhan adalah pengasih dan penyayang

  • Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah Tuhan, hai jiwaku, janganlah lupa akan segala kebaikan-Nya!
  • Dialah yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu! Dialah yang menebus hidupmu dari liang kubur, dan memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat!
  • Tuhan menjalankan keadilan dan hukum bagi segala orang yang diperas. Ia telah memperkenalkan jalan-jalan-Nya kepada Musa, dan memaklumkan perbuatan-perbuatan-Nya kepada orang Israel.
  • Tuhan adalah pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Setinggi langit dari bumi, demikianlah besarnya kasih setia Tuhan atas orang-orang yang takwa kepada-Nya.

Bacaan Kedua 1Kor 10:1-6.10-12

Saudara-saudara, aku mau supaya kamu mengetahui, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut. Jadi untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut. Mereka semua makan makanan rohani yang sama, dan minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus. Tetapi, sungguhpun demikian, Allah tidak berkenan kepada bagian terbesar dari mereka. Maka mereka ditewaskan di padang gurun. Semua itu telah terjadi sebagai contoh bagi kita; maksudnya untuk memperingatkan kita, supaya kita jangan menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat. Demikian pula, janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut. Semua itu telah menimpa mereka sebagai contoh bagi kita; semua itu dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada zaman akhir yang kini telah tiba. Sebab itu siapa yang menyangka bahwa dirinya teguh berdiri, hati-hatilah supaya jangan jatuh!

Demikianlah sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil Mat 4:17

Bertobatlah, sabda Tuhan, sebab Kerajaan Surga sudah dekat.

Bacaan Injil Luk 13:1-9

Sekali peristiwa datanglah beberapa orang kepada Yesus dan membawa kabar tentang orang orang Galilea, yang dibunuh Pilatus dengan darahnya dicampurkan dengan darah kurban yang mereka persembahkan. Maka berkatalah Yesus kepada mereka, “Sangkamu orang-orang Galilea itu lebih besar dosanya daripada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib demikian? Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua pun akan binasa dengan cara demikian. Atau sangkamu kedelapan-belas orang yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya daripada semua orang lain yang diam di Yerusalem? Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua pun akan binasa dengan cara demikian.” Kemudian Yesus mengatakan perumpamaan ini, “Ada seorang mempunyai sebatang pohon ara, yang tumbuh di kebun anggurnya. Ia datang mencari buah pada pohon itu, tetapi tidak menemukannya. Maka berkatalah ia kepada pengurus kebun anggur itu, ‘Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini, namun tidak pernah menemukannya. Sebab itu tebanglah pohon ini! Untuk apa pohon ini hidup di tanah ini dengan percuma!’ Pengurus kebun itu menjawab, “Tuan, biarkanlah dia tumbuh setahun ini lagi. Aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya. Mungkin tahun depan akan berbuah. Jika tidak, tebanglah!”

Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan

KISAH pertobatan dalam Injil hari ini diibaratkan dengan pohon ara yang tidak berbuah, yang tumbuh di kebun anggur. Si pemilik kebun hendak menebangnya, karena ia melihat bahwa pohon tersebut tidak menghasilkan buah selama tiga tahun. Namun, penggarap kebun itu meminta waktu setahun lagi. Jika pohon itu kembali tak berbuah, barulah ia ditebang.

Perumpamaan ini diceritakan Yesus ketika beberapa orang datang menceritakan kemalangan orang-orang Galilea yang darahnya dicampurkan oleh Herodes, dengan darah korban yang dipersembahkan. Ada anggapan umum yang memandang bahwa penderitaan manusia dialami sebagai akibat dari dosa. Orang-orang yang darahnya dicampurkan Herodes itu, oleh mereka dipandang sebagai berdosa. Namun, Yesus menegaskan sebaliknya. Bagi Yesus, penderitaan tidak selalu merupakan akibat dari dosa. Sebaliknya jsutru lebih benar bahwa dosa selalu menyebabkan manusia menderita. Pada titik itulah Yesus menyerukan pentingnya pertobatan. “Jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian.”

Seruan pertobatan yang disampaikan Yesus adalah sebuah kesempatan bagi para pendosa untuk berbalik kepada Allah, seperti setahun waktu yang dimiliki pohon ara untuk menghasilkan buah. Setiap pendosa dipanggil untuk kembali kepada Allah melalui jalan pertobatan untuk menghasilkan buah. Masa prapaskah bagi orang beriman adalah kesempatan berahmat untuk memperbaiki relasi dengan sesama, Tuhan, alam ciptaan dan diri sendiri.

Bapa yang baik, berikanlah aku kekuatan untuk memperbaharui diri dalam masa prapaskah ini, sehingga hidupku dapat menghasilkan buah yang layak bagi kemuliaan nama-Mu dan kebaikan sesamaku. Amin.

Sumber Renungan: Ziarah Batin 2019, OBOR Indonesia

Catatan: Saya seabagai penanggung jawab website www.mirifica.net menyampaikan permohonan maaf karena staf Komisi Komsos KWI salah posting bacaan injil Minggu Prapaskah III/C.

Salam

RD. Kamilus/ Sekretaris Komisi Komsos KWI

 

Tags

Related Articles

error: Content is protected !!
Close