KATEKESETeladan Kita

Santo Ludger : 26 Maret

Imam & Uskup

LUDGER dilahirkan pada abad kedelapan di Eropa utara (Belanda). Keluarganya berasal dari kaum bangsawan yang kaya namun juga taat. Ia bertemu pertama kali dengan Santo Bonifasius pada tahun 753 Ludger ketika itu ia terkesan dengan kata-kata yang disampaikan saat mendengarkan khotbah dari orang Kudus itu.

Santo Ludger
Santo Ludger/Ilustrasi (Ist-lucasmargono.wordpress.com)

Kesan mendalam yang ia dapat menginspirasinya untuk masuk ke biara Benediktin dan mempersembahkan hidupnya secara penuh untuk melayani Tuhan.  Menjalani pendidikan selama beberapa tahun di Utrecht, kemudian melanjutkan pendidikannya di Inggris. Pada tahun 773, setelah ditahbiskan sebagai imam Ludger memutuskan untuk pulang ke Utrecht sebagai seorang missionaris. Ia  melakukan perjalanan jauh untuk mewartakan Kabar Gembira dengan sukacita kasih yang ia bagikan kepada setiap orang yang ia temui.

Banyak orang yang berbalik kepada Tuhan setelah mendengar apa yang ia sampaikan. Bertahun – tahun berkarya bagi sesama, dirinya juga banyak  mendirikan gereja serta biara.  Serbuan bangsa Saxon membuat segala kerja keras St. Ludger kelihatan akan menjadi sia-sia. Tetapi, ia pantang menyerah. Ia bekerja tanpa kenal lelah dan mempertobatkan banyak orang Saxon.

Setelah ditahbiskan menjadi uskup, terlebih lagi Ludger memberikan teladan bagi umatnya dengan kelemah-lembutan serta belas kasihannya. Santo Ludger wafat pada tahun 809. Ia setia kepada Tuhan dan sesama , melayani, mengasihi dan membaktikan hidupnya sepenuhnya hingga wafat.

(katakombe.org)

Inspirasimu: Santa Lucia Filippini : 25 Maret

Tags

Stefani Ira Wijayanti

Staf Komisi Komunikasi Sosial, Konferensi Waligereja Indonesia, sejak Januari 2019-...

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close