KATEKESETeladan Kita

Beato Ludovico Edoardo Cestac : 27 Maret

Imam

LUDOVICO lahir di kota Bayonne, Low Pyrenees, Prancis, pada 6 Januari 1801. Ia adalah Anak dari pasangan bernama Dominic dan Joanna Amitessarobe. Sejak kecil dirinya senantiasa membawa hidup dalam pengabdian dan devosi kepada Bunda Maria.

Beato Ludovico Edoardo Cestac
Beato Ludovico Edoardo Cestac/Ilustrasi (Ist)

Saat berusia 17 tahun, ia mulai memasuki seminari, dan menerima tahbisan menjadi seorang imam pada 17 Desember 1825 juga menerima gelar seorang profesor filsafat. Karena kemampuannya, membuatnya justru dicurigai sebagai pengikut filsuf, politisi, penulis terkenal Félicité-Robert de Lamennais, seorang penulis yang dikecam oleh Gereja pada waktu itu sekitar tahun 1832. Karena praduga ini, membuat dirinya harus membela diri dan kesetiaannya kepada Roma.

Pada tahun-tahun berikutnya ia membuat fondasi karya-karya penting yang cukup besar, beberapa karya pelayanan dan kongregasi berhasil ia dirikan dengan bantuan dari beberapa temannya. Kekudusannya merupakan bentuk pemenuhan tugas dan cinta bagi sesama dengan gambaran kemurahan hati yang besar. Pada 15 Agustus 1846 ia mendirikan Kongregasi “Silent of Mary” yang juga disebut Bernardine Sisters. Kehidupannya ia baktikan seumur hidupnya bagi karya pelayanan bagi Tuhan dan sesama.

Ludovico meninggal pada 27 Maret 1868 dan dibeatifikasi pada 31 Mei 2015 di Katedral Bayonne.

(santiebeati.it)

Inspirasimu: Santo Ludger : 26 Maret

Tags

Stefani Ira Wijayanti

Staf Komisi Komunikasi Sosial, Konferensi Waligereja Indonesia, sejak Januari 2019-...

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close