KATEKESETeladan Kita

Santa Yuliana dari Cornillon : 05 April

Yuliana lahir antara tahun 1191 dan 1192 di dekat Liège, Belgia. Ia menjadi seorang yatim piatu pada usia 5 tahun, ia bersama seorang saudarinya bernama Agnes diserahkan dalam asuhan Suster-suster Agustinian di Biara Gunung Cornillon. Salah satu pendidiknya bernama biarawati Sapientia, ia mendidik kehidupan rohani Santa Yuliana hingga dewasa dan menjadi seorang biarawati Agustinian.

Sakramen Mahakudus
Sakramen Mahakudus/Ilustrasi (Ist-hidupkatolik.com)

Ketika memasuki usia enambelas tahun, St Yuliana  mendapat anugerah penglihatan pertama, yakni ketika malam hari, dia melihat bulan bersinar di langit, tetapi dilintasi oleh garis gelap yang misterius, kejadian ini terulang terus-menerus. Setelah lama berdoa dan bermatiraga Tuhan membuatnya mengerti arti dari apa yang tampak baginya, bulan melambangkan kehidupan Gereja yang begitu terang di bumi, garis buram menunjukkan bahwa ada yang kurang, yaitu perayaan demi menghormati Sakramen Mahakudus secara khusus. Tuhan Yesus memberinya misi agar hari raya istimewa ini dirayakan oleh Gereja.

Selama sekitar dua puluh tahun, rahasia ini terpendam hingga akhirnya Santa Yuliana mengajukan gagasan hari raya demi menghormati Sakramen Mahakudus ke hadapan Uskup Robert de Thorete. Bapa Uskup sungguh terkesan akan gagasan yang diajukan kemudian menetapkan hari pesta peringatan dan sinode pada tahun 1246 serta menginstruksikan kepada segenap imam, biarawan dan biarawati untuk mulai merayakan Pesta Sakramen Mahakudus.

Hari Raya Sakramen Mahakudus untuk pertama kalinya dirayakan oleh para imam dan segenap umat beriman di Gereja St Martin, Liège pada tahun 1247.

(santiebeati)

Inspirasimu : Santo Sosimus : 04 April 

Tags

Stefani Ira Wijayanti

Staf Komisi Komunikasi Sosial KWI

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 − 7 =

error: Content is protected !!
Close