KATEKESETeladan Kita

Beato Herman Yosef : 07 April

HERMAN Yosef, lahir pada tahun 1150 di kota Cologna, Jerman. Berasal dari keluarga dengan kesalehan hidup, sikap saleh yang dimilikinya merupakan hasil dari pola pendidikan yang diterapkan kedua orang tuanya. Sejak kecil, setiap harinya Herman Yosef meluangkan waktunya untuk membaktikan dirinyaberdevosi kepada Bunda Maria dan Yesus.

Setiap kali ia selalu singgah di gereja untuk membisikkan isi hatinya dan menceritakan semua pengalamannya kepada Bunda Maria dan kanak-kanak Yesus, hingga suatu ketika saat udara pagi sangat dingin, ia datang tanpa bersepatu.Kemudian secara ajaib ia mendapat petunjuk Bunda Maria yang memberitahu Herman untuk membalikan sebuah ubin yang terlepas, dan mendapati sejumlah uang untuk membeli sepatu.

Beato Herman Yosef
Beato Herman Yosef berdevosi Ist-katakombe.org)

Ketika ia berumur 12 tahun, Herman masuk terdaftar menjadi salah satu murid di biara Biara Premonstratensian (Biara Norbertine) di Steinfeld. Dirinya  menjalani pola hidup asketis yang keras sesuai dengan peraturan biara.  Banyak orang yang mencintai dirinya karena kesuciaan hidup dan kesederhanaan yang dimilikinya.

Begitu banyak talenta yang dimilikinya, ia merupakan seorang penyair dan pencipta lagu rohani. Karya-karyanya diciptakan untuk menunjukan kecintaan dan penghormatan bagi meluhurkan Sakramen Maha Kudus dan Bunda Maria. Membaktikan hidupnya dalam berbagai karya, hingga tugasnya selesai saat Herman menutup mata menghadap Tuhan pada tahun 1241 dalam usia 90 tahun. Penghormatan kepadanya diberikan pada tahun 1958, dibeatifikasi oleh Paus Pius XII.

(katakombe.org)

Inspirasimu: Beato Michele Rua : 06 April 

Tags

Stefani Ira Wijayanti

Staf Komisi Komunikasi Sosial, Konferensi Waligereja Indonesia, sejak Januari 2019-...

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close