HarianJendela Alkitab

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Sabtu, 20 April 2019

Bacaan Pertama (Kej 1:1-2:2)

Pada awal mula Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong. Gelap gulita meliputi samudera raya. Dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Allah berfirman, “Jadilah terang!” Maka jadilah terang. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nya terang itu dari gelap. Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Maka jadilah petang dan pagi: hari pertama. Lalu Allah berfirman, “Jadilah cakrawala di tengah segala air, untuk memisahkan air dari air.” Maka Allah menjadikan cakrawala, dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian. Allah menamai cakrawala itu langit.  Maka jadilah petang dan pagi: hari kedua. Lalu Allah berfirman, “Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering.” Dan jadilah demikian. Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu laut. Allah melihat bahwa semua itu baik. Lalu Allah berfirman, “Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi.” Dan jadilah demikian. Tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Maka jadilah petang dan pagi: hari ketiga. Lalu Allah berfirman, “Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap, menunjukkan hari dan tahun; dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi.” Dan jadilah demikian. Maka Allah menjadikan kedua benda penerangan yang besar, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang, dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang. Semuanya itu ditaruh Allah di cakrawala untuk menerangi bumi, dan untuk menguasai siang serta malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Maka jadilah petang dan pagi: hari keempat. Lalu Allah berfirman, “Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala.” Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya, “Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak.” Maka jadilah petang dan pagi: hari kelima. Lalu Allah berfirman, “Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar.” Dan jadilah demikian. Allah menjadikan segala jenis binatang liar, segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Lalu Allah berfirman, “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara, atas ternak dan atas seluruh bumi, serta atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar Nya; menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka, “Beranak-cucu dan bertambah banyaklah; penuhilah bumi dan taklukkanlah, berkuasalah atas ikan-ikan di laut, burung-burung di udara, dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” Lalu Allah berfirman, “Lihatlah Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji. Itulah akan menjadi makananmu. Tetapi kepada segala binatang di bumi dan kepada burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya.” Dan jadilah demikian. Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Maka jadilah petang dan pagi: itulah hari keenam. Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. Pada hari ketujuh Allah telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu. Maka berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan Mzm 104:1-2a.5-6.10.12.13-14.24.35c;R:30

Utuslah Roh-Mu, dan jadi baru seluruh muka bumi.

  • Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Tuhan, Allahku, Engkau sangat besar! Engkau berpakaian keagungan dan semarak, berselimutkan terang ibarat mantol.
  • Engkau telah mendasarkan bumi di atas tumpuannya, sehingga takkan goyang untuk selama-lamanya. Dengan samudera raya bumi itu Kauselubungi; air telah naik melampaui gunung-gunung.
  • Di lembah-lembah Engkau membualkan mata air yang mengalir di antara gunung-gunung; burung-burung di udara bersarang di dekatnya, bersiul dari antara daun-daunan.
  • Dari bangsal-Mu Engkau menyirami gunung-gunung, bumi penuh dengan segala yang Kauturunkan dari langit. Engkau menumbuhkan rumput bagi hewan dan tumbuh-tumbuhan untuk diusahakan manusia; Engkau mengeluarkan makanan dari dalam tanah.
  • Betapa banyak karya-Mu, ya Tuhan, semuanya Kaubuat dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu. Pujilah Tuhan, hai jiwaku!

Bacaan Kedua (Singkat Kej 22:1-18)

Pada waktu itu Allah mencobai Abraham. Ia bersabda, “Abraham!” Sahutnya, “Saya Tuhan.” Lalu Allah bersabda, “Ambillah anakmu yang tunggal, yang kaukasihi, yaitu Ishak, dan pergilah ke daerah Moria. Persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakar di salah satu gunung yang akan Kutunjukkan kepadamu.” Ketika mereka sampai di tempat yang ditunjukkan Allah itu, Abraham membuat sebuah altar dan menyusun kayu di atasnya. Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya untuk mengambil pisau dan menyembelih anaknya. Pada saat itu juga malaikat Allah berseru dari langit, “Abraham, Abraham!” Sahut Abraham, “Saya Tuhan.” Lalu disambung oleh malaikat itu, “Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan. Sekarang Aku tahu, bahwa engkau takwa kepada Allah dan tidak segan menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.” Ketika menoleh Abraham melihat seekor domba jantan, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Maka Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakar pengganti anaknya. Untuk kedua kalinya malaikat Allah berseru dari langit kepada Abraham, “Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri-itulah sabda Tuhan-: sebab engkau telah berbuat demikian dan tidak segan menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku, maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah. Aku akan membuat keturunanmu berjumlah besar, seperti bintang di langit dan pasir di pantai. Keturunanmu akan menduduki kota-kota musuhnya. Karena keturunan segala bangsa di bumi akan mendapat berkat, sebab engkau mentaati sabda-Ku.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan 2:

Tuhan penjaga dan benteng bperkasa dalam tangan-Nya aman sentosa.

  1. Ya Tuhan, Engkaulah bagian warisan dan pialaku, Engkau sendiri yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku. Aku senantiasa memandang kepada Tuhan; karena Ia sendiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.
  2. Sebab hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak sorai dan tubuhku akan diam dengan tenteram sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati dan tidak membiarkan orang kudus-Mu melihat kebianasaan.
  3. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan, di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah, di tangan-Mu ada nikmat yang abadi.

Bacaan ketiga (Kel 14:15-15:1)

Pada waktu itu Tuhan bersabda kepada Musa, “Katakanlah kepada orang-orang Israel, supaya mereka berangkat. Engkau sendiri harus mengangkat tongkatmu, mengulurkan tanganmu di atas laut dan membelahnya; dengan demikian orang-orang Israel dapat masuk ke tengah-tengah laut dan berjalan di tanah kering. Sementara itu akan Kutegarkan hati orang-orang Mesir, sehingga mereka akan masuk ke laut, menyusul umat Israel. Lalu akan tampaklah kemuliaan-Ku kepada Firaun serta seluruh balatentaranya. Dan orang-orang Mesir akan insyaf, bahwa Aku ini Tuhan.” Kemudian malaikat Allah, yang hingga saat itu berjalan di depan pasukan Israel, berpindah tempat dan berjalan di belakang mereka; juga tugu awan meninggalkan tempatnya di muka dan berpindah ke belakang mereka, di antara perkemahan Mesir dan perkemahan Israel. Lalu Musa mengulurkan tangannya di atas laut dan Tuhan menyurutkan air laut dengan angin timur yang kencang sepanjang malam serta mengeringkan laut itu. Maka air laut terbelah dan umat Israel masuk ke tengah laut yang kering, sementara air merupakan dinding di kiri kanan mereka. Tetapi orang-orang Mesir mengejar mereka. Semua kereta Firaun dan pasukannya mengikuti orang Israel yang masuk ke tengah-tengah laut itu. Pada waktu jaga pagi Tuhan memandang pasukan Mesir dari dalam nyala api serta tugu awan dan mengacaubalaukan pasukan Mesir. Maka orang Mesir berteriak, “Mari kita lari, kita tinggalkan orang-orang Israel, sebab Tuhan berperang melawan kita untuk mereka!” lalu Tuhan bersabda kepada Musa, “Ulurkanlah tanganmu di atas laut, supaya air berbalik menumpah dan mengubur orang Mesir, kereta-kereta serta pasukan berkudanya!” Musa mengulurkan tangannya di atas laut, maka menjelang pagi hari air laut mengalir kembali ke tempat semula. Orang-orang Mesir lari menghadapi air itu, dan Tuhan melontarkan mereka ke tengah-tengah laut. Ketika mengalir kembali, air menggenangi semua kereta pasukan berkuda Firaun, yang mengejar umat Israel ke dalam laut melalui tanah kering. Demikianlah Tuhan menyelamatkan Israel dari cengkeraman orang Mesir pada hari itu. Setelah bangsa Israel menyaksikan karya dahsyat, yang telah dilaksanakan Tuhan terhadap orang-orang Mesir, seluruh bangsa merasa takut akan Tuhan serta percaya akan Dia serta akan Musa, hamba-Nya. Lalu Musa dan orang-orang Israel menyanyikan madah itu untuk Tuhan.

Demikianlah Sabda Tuhan.

MAZMUR TANGGAPAN (bds. Kel 15:1-2.3-4.5-6.17-18 – PS 671)
  1. Bersyukurlah kepada Tuhan, (U) kar’na kekal kasih Allah. Pada Allah segala dewata, (U) kar’na kekal kasih Allah. Pada Tuhan segala penguasa, (U) kar’na kekal kasih Allah.
  2. Hanya Dia mengerjakan karya agung, (U) kar’na kekal kasih Allah. dengan arif menciptakan langit, (U) kar’na kekal kasih Allah. membentangkan bumi di atas laut, (U) kar’na kekal kasih Allah.
  3. Penerang yang besar dibuat-Nya, (U) kar’na kekal kasih Allah. Surya yang menguasai siang,(U)  kar’na kekal kasih Allah. Bulan, bintang, cahaya malam, (U) kar’na kekal kasih Allah.
  4. Yang membunuh anak sulung Mesir, (U) kar’na kekal kasih Allah. dan membebaskan umat Israel, (U) kar’na kekal kasih Allah. dengan tangan kuat dan lengan perkasa,(U)  kar’na kekal kasih Allah.
  5. Dia yang membelah Laut merah, (U) kar’na kekal kasih Allah. Yang menyeberangkan umat Israel, (U) kar’na kekal kasih Allah. Dan menumpas Firaun dan laskarnya, (U) kar’na kekal kasih Allah.
  6.  Yang memimpin umat-Nya ke padang gurun, (U) kar’na kekal kasih Allah. Kerajaan besar ditaklukkan-Nya, (U) kar’na kekal kasih Allah. Raja-raja masyhur dibunuh-Nya, (U) kar’na kekal kasih Allah.
  7.  Diberikan-Nya tanah mereka, (U) kar’na kekal kasih Allah. Kepada Israel hamba-Nya, (U) kar’na kekal kasih Allah. Kemalangan kita diindahkan-Nya, (U)kar’na kekal kasih Allah.
  8. Bersyukurlah kepada Tuhan, (U)kar’na kekal kasih Allah. Pembebas kita dari penindas, (U) kar’na kekal kasih Allah. Dan segala makhluk diberi-Nya makan,(U)kar’na kekal kasih Allah.

Bacaan Keempat (Yes 55:1-11)

Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran! Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat. Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud. Sesungguhnya, Aku telah menetapkan dia menjadi saksi bagi bangsa-bangsa, menjadi seorang raja dan pemerintah bagi suku-suku bangsa; sesungguhnya, engkau akan memanggil bangsa yang tidak kaukenal, dan bangsa yang tidak mengenal engkau akan berlari kepadamu, oleh karena TUHAN, Allahmu, dan karena Yang Mahakudus, Allah Israel, yang mengagungkan engkau.
Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya. Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu. Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

Demikianlah Sabda Tuhan

MAZMUR TANGGAPAN (PS 864; MT Yes 12:2-3.4bcd.5-6) 
Refren: Tuhan, Dikaulah sumber air hidup.

Ayat.

  1. Sungguh, Allah keselamatanku; aku percaya dengan tidak gemetar; sebab Tuhan Allah itu kekuatan dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku. Maka kamu akan menimba dengan kegirangan, dari mata air keselamatan.
  2. Pada waktu itu kamu akan berkata, “Bersyukurlah kepada Tuhan, panggillah nama-Nya, beritahukan karya-Nya di antara bangsa-bangsa, masyhurkanlah bahwa nama-Nya tinggi luhur!”
  3. Bermazmurlah bagi Tuhan, sebab mulia karya-Nya; baiklah hal ini diketahui di seluruh bumi! Berserulah dan bersorak-sorailah, hai penduduk Sion, sebab yang mahakudus, Allah Israel, agung di tengah-tengahmu!

Bacaan Kelima (Bar 3:9 -15.32- 4:4)

Dengarkanlah, hai Israel, segala perintah kehidupan, condongkanlah telinga untuk mengenal kearifan. Apa sebabnya, hai Israel, apa sebabnya maka engkau berada di negeri musuhmu serta menjadi tua di negeri yang asing dan menajiskan dirimu dengan yang mati dan terbilang di antara mereka yang turun ke dunia orang mati? Engkau telah meninggalkan sumber kebijaksanaan! Jikalau engkau berjalan di jalan Allah, niscaya selamanya engkau diam dengan damai sejahtera. Belajarlah di mana ada kearifan, di mana kekuatan dan di mana pengertian, supaya sekaligus kauketahui tempat umur panjang dan kehidupan, tempat cahaya mata dan damai sejahtera. Siapakah telah menemukan tempat kebijaksanaan, siapakah telah masuk ke dalam perbendaharaannya? Tetapi Yang Mahatahu mengetahuinya dan dengan pengertian-Nya mendapatinya; Ia menyediakan bumi untuk selama-lamanya dan mengisinya dengan hewan yang berkaki empat; Ia mengirim cahaya yang lalu pergi, memanggil cahaya yang dengan gentar mendengarkan. Sekalian bintang gemerlapan di tempat penjagaannya dan bersukacita; pabila dipanggil oleh Allah semua menyahut: “Kami sini!” Gemerlapanlah semua dengan sukacita bagi Pembuatnya. Itulah Dia Allah kita! Tiada satupun yang terbilang di samping-Nya. Segala jalan pengetahuan ditemukan oleh-Nya, lalu dianugerahkan-Nya kepada Yakub, hamba-Nya, kepada Israel, yang dikasihi-Nya. Sesudahnya kebijaksanaan tampil di bumi, lalu bergaul di tengah-tengah manusia. Kebijaksanaan itu ialah kitab ketetapan-ketetapan Allah, hukum Taurat yang tinggal tetap untuk selama-lamanya. Semua yang berpegang kepadanya memperoleh kehidupan, sedangkan yang meninggalkannya mendapat kematian. Berbaliklah, hai Yakub, genggamlah kebijaksanaan itu, berjalanlah menuju kilauan di hadapan cahayanya.Kemuliaan itu jangan kauserahkan kepada orang lain, atau kemujuranmu kepada bangsa yang asing. Berbahagialah kita ini, hai Israel, oleh karena kita mengetahui apa yang berkenan pada Tuhan

Demikianlah Sabda Tuhan

Bacaan Keenam (Yeh. 36:16-17a,18-28)

Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku: “Hai anak manusia, waktu kaum Israel tinggal di tanah mereka, mereka menajiskannya dengan tingkah laku mereka; kelakuan mereka sama seperti cemar kain di hadapan-Ku. Maka Aku mencurahkan amarah-Ku ke atas mereka karena darah yang dicurahkan mereka di tanah itu, sedang tanah itu mereka najiskan dengan berhala-berhala mereka. Aku menghamburkan mereka di antara bangsa-bangsa, sehingga mereka berserak-serak di semua negeri, Aku menghakimi mereka selaras dengan tingkah lakunya. Di mana saja mereka datang di tengah bangsa-bangsa, mereka menajiskan nama-Ku yang kudus, dalam hal orang menyindir mereka: Katanya mereka umat TUHAN, tetapi mereka harus keluar dari tanah-Nya.

Aku merasa sakit hati karena nama-Ku yang kudus yang dinajiskan oleh kaum Israel di tengah bangsa-bangsa, di mana mereka datang. Oleh karena itu katakanlah kepada kaum Israel: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Bukan karena kamu Aku bertindak, hai kaum Israel, tetapi karena nama-Ku yang kudus yang kamu najiskan di tengah bangsa-bangsa di mana kamu datang. Aku akan menguduskan nama-Ku yang besar yang sudah dinajiskan di tengah bangsa-bangsa, dan yang kamu najiskan di tengah-tengah mereka. Dan bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, demikianlah firman Tuhan ALLAH, manakala Aku menunjukkan kekudusan-Ku kepadamu di hadapan bangsa-bangsa. Aku akan menjemput kamu dari antara bangsa-bangsa dan mengumpulkan kamu dari semua negeri dan akan membawa kamu kembali ke tanahmu. Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu. Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya. Dan kamu akan diam di dalam negeri yang telah Kuberikan kepada nenek moyangmu dan kamu akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu.

Demikianlah Sabda Tuhan

EPISTOLA: Rom 6:3-11

Saudara-saudara, kita semua, yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian Nya. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh pembaptisan dalam kematian, supaya, seperti halnya Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidupdalam hidup yang baru. Sebab jika kita telah menjadi satu dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan kebangkitan-Nya. Karena kita tahu bahwa manusia-lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh-dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa. Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa. Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya bahwa kita akan hidup juga dengan Dia. Karena kita tahu bahwa Kristus, sesudah bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi; maut tidak berkuasa lagi atas Dia! Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah. Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.

Demikianlah sabda Tuhan.

BAIT PENGANTAR INJIL (Mzm 118:1-2.16ab-17.22.23 – PS 867)
do = f/g/a.
S.  Alleluya
U. Alleluya
(Dinyanyikan tiga kali, dengan ganti nada dasar. Sesudah ulangan ketiga baru dinyanyikan ayat-ayat Mazmur, Alleluya setelah ayat menggunakan nada dasar ketiga).
  1. Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab ia baik! Kekal abadi kasih setia-Nya. Biarlah Israel berkata, “Kekal abadi kasih setia-Nya.
  2. Tangan kanan Tuhan berkuasa meninggikan, tangan kanan Tuhan melakukan keperkasaan! Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan Tuhan.
  3. Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. Hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di antara kita.

Bacaan Injil Luk 24: 1-12

Pagi-pagi benar, pada hari pertama dalam pekan, wanita-wanita pergi ke makam dan membawa serta rempah-rempah, yang telah mereka sediakan. Mereka mendapati batu sudah terguling dari makam. Ketika masuk ke dalam makam, mereka tidak melihat jenazah Yesus. Mereka sangat bingung. Tiba-tiba berdirilah di hadapan mereka dua orang pemuda berpakaian putih berkilau-kilauan. Wanita-wanita itu amat terkejut dan menundukkan kepala, tetapi kedua pemuda itu berkata, “Mengapa kamu mencari yang hidup di antara orang mati? Dia tidak lagi di sini. Dia sudah bangkit. Ingatlah akan perkataan, yang telah disampaikan-Nya kepadamu: Putera Manusia harus diserahkan ke tangan orang berdosa, disalibkan dan bangkit pada hari ketiga.” Mereka pun teringat kembali akan perkataan Yesus itu. Sekembali dari makam, mereka menceriterakan semuanya ini kepada kesebelas murid-Nya dan semua orang lain. Wanita-wanita itu ialah Maria Magdalena, Yohana dan Maria ibunda Yakobus serta wanita-wanita lain, yang selalu bersama murid-murid Yesus. Mereka memberitahukan hal-hal itu kepada para rasul. Tetapi para rasul tidak percaya; mereka menganggap ceritera itu omong kosong. Namun Petrus berdiri dan berlari ke makam; ia menjenguk ke dalam makam, tetapi yang dilihat hanya kain kafan. Ia pun kembali keheran-heranan memikirkan apa yang terjadi.

Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan

Liturgi dalam perayaan hari ini mengisahkan hal yang padat dan lengkap tentang sejarah keselamatan yang ditawarkan Allah kepada dunia. Bacaan-bacaan yang kita dengarkan mengisahkan karya penciptaan, di mana Allah menjadikan segala sesuatu baik adanya. Selanjutnya kita mendengar pula bagaimana manusia jatuh ke dalam dosa dan bagaimana Allah berulang kali menawarkan keselamatan melalui banyak cara dengan perantaraan para nabi. Kisah itu kiranya sangat tampak dalam pengalaman bangsa Israel yang diperbudak di Mesir dan kemudian dituntun Allah keluar dari sana menuju Tanah Terjanji. Keselamatan yang datang dari Allah itu akhirnya berpuncak dalam misteri inkarnasi, di mana Allah mengutus Putra-Nya yang tunggal untuk menyelamatkan dunia. Allah yang menjadi manusia itu pun mengalami penolakan, disiksa, menderita dan wafat di salib. Namun, kuasa maut dan kegelapan akhirnya dikalahkan dengan misteri yang kita rayakan hari ini, di mana Kristus yang wafat itu, bangkit dan hidup di tengah-tengah kita. Dengan kebangkitan-Nya, kematian dikalahkan dan hidup baru terbuka bagi kita.

Lalu, apa artinya merayakan kebangkitan Tuhan bagi kita orang-orang beriman? Bagi kita, misteri Paskah berarti Tuhan menyelamatkan hidup kita dan menunjukkan bagaimana seharusnya hidup sebagai orang yang percaya kepada-Nya. Misteri Paska mengungkapkan bagi kita panggilan untuk menjadi kawan sekerja Allah untuk memulihkan dunia, menawarkan pemulihan bagi segala luka dan permusuhan. Sebab, Paskah mengingatkan kita bahwa pada mulanya Tuhan menjadikan segala sesuatu baik adanya, dan Ia berkenan memulihkannya kembali.

Allah yang mahabaik, bantulah aku untuk memahami misteri-misteri keselamatan yang Kautawarkan dalam hidupku, dalam berbagai peristiwa sederhana dalam hidup ini. Amin.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2019, OBOR Indonesia

Baca juga: http://www.mirifica.net/2019/04/16/ulasan-eksegetis-bacaan-kitab-suci-paskah-2019/

Tags

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close