KATEKESETeladan Kita

Santo Hugo dari Cluny : 29 April

HUGO (Hugh) dari Cluny lahir pada tahun 1024 di Semur Burgundy (sekarang Perancis). Ia merupakan putra sulung dari Count Dalmatius of Semur dan Aremberge dari Vergy. Ayahnya ingin agar dia menjadi seorang ksatria sebagaimana putra para bangsawan di masa itu, namun ibunya lebih menginginkannya untuk menjalani hidup religius seperti yang disarankan oleh seorang imam di paroki mereka. Imam tersebut mengatakan bahwa Hugo telah ditakdirkan untuk menjadi seorang biarawan.

Santo Hugo dari Cluny/Ilustrasi
Santo Hugo dari Cluny/Ilustrasi

Ketika Hugo muda menjadi lebih memilih untuk datang ke Gereja daripada berburu atau berlatih ilmu pedang, ayahnya lalu memutuskan untuk mengirimnya ke Auxerre Perancis, kepada seorang pamannya yang adalah Uskup kota tersebut. Sang paman lalu mengirimkan Hugo yang saat itu berusia 14 tahun ke Biara Benediktin di Cluny untuk dididik menjadi seorang biarawan. Hugo menjalani masa novisiat selama dua tahun, lalu ditahbiskan menjadi diakon pada usia 18 tahun. Dua tahun kemudian ia ditahbiskan menjadi imam dan ditempatkan di biara Cluny. Pada tanggal 1 Januari 1049 Hugo terpilih menjadi abbas biara tersebut.

Ketika itu biara Benediktin di Perancis ini mulai kuat pengaruhnya di seluruh Eropa. Bersama Hugo, para benediktin berjuang mentobatkan kaum awam, melawan praktek simoni dan korupsi dalam lembaga gereja. Hugo mendirikan banyak biara Benediktin di Perancis, Jerman, Spanyol dan Italia.

Hugo dengan tegas menentang praktek simoni pada Konsili Rheims di tahun 1049. Ia juga berpartisipasi pada Konsili Roma di tahun 1059; sebuah konsili yang kemudian menetapkan tata cara pemilihan seorang Paus. Kepribadian Hugo yang mengagumkan dan kesalehan hidupnya berpengaruh luas baik di kalangan gereja maupun pemerintah. Ia menjadi penasihat bagi sembilan orang Paus, termasuk Paus Gregorius VII (1073-1085) dan banyak pemimpin negara. Ia berusaha keras untuk membaharui cara hidup para klerus dan berjuang membebaskan Gereja dari pengawasan negara. Karena semuanya itu, ia dikenal sebagai seorang pembawa damai, dan sahabat bagi para penderita kusta dan semua orang sakit yang berada di rumah sakit yang didirikannya di kota Marcigny.

Santo Hugo tutup usia pada tanggal 29 April 1109 dan dikanonisasi pada tanggal 6 Januari 1120 oleh Paus Kallisitus II.

(katakombe.org)

Inspirasimu : Santo Louis Grignon : 28 April

Tags

Stefani Ira Wijayanti

Staf Komisi Komunikasi Sosial KWI

Related Articles

error: Content is protected !!
Close