KATEKESETeladan Kita

Santo Francis de Montmorency Laval : 06 Mei

FRANCIS de Montmorency Laval kecil tumbuh dengan tuntunan panggilan imamat. Keinginan hidupnya untuk  menjadi seorang imam mengalir deras dalam dirinya. Bergabung bersama para seminari Jesuit di La Fleche, ia mulai menempuh pendidikannya. Berbagai rintangan tak meredupkan lentera imannya, meskipun dipaksa untuk mengelola usaha keluarganya yang terbengkalai karena ayah dan kakaknya meninggal dunia tak lantas mematahkan arahnya untuk mencari jalan keluar. Ia sempat mengundurkan diri dari seminari untuk sementara waktu, namun keteguhan hatinya berhasil membuahkan hasil yang berbuah manis, Francis berhasil menyelesaikan pendidikannya dan pada 1 Mei 1647 menerima tahbisan.

Bergabung bersama para misionaris, Francis dikirim untuk berkarya di Indochina (sekarang Vietnam). Pada tahun 1654, ia kembali ke Perancis dan menjalani seorang petapa selama empat tahun. Pada tanggal 8 Desember 1658 François terpilih dan ditahbiskan menjadi uskup untuk Quebec City – New French (Canada). Ia segera meninggalkan Perancis dan tiba di Canada.

Dirinya dikenal memiliki semangat misioner yang tinggi dan juga keberanian dalam memikul tugas tanggung jawab yang berat. Ia membentuk paroki-paroki baru bagi umat Katolik yang berbahasa Perancis. Pada tahun 1663, ia mendirikan seminari di Quebec. Di tahun 1688, ia pensiun dan digantikan oleh Uskup de Saint-Vallier. Santo Francis wafat paa tahun 1708 dan dibeatifikasi oleh Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 22 Juni 1980. Kemudian menerima kanonisasi oleh Paus Fransiskus pada tanggal 3 april 2014.

(Katakombe.org)

Inspirasimu : Santa Yudit dari Prussia : 5 Mei

Tags

Stefani Ira Wijayanti

Staf Komisi Komunikasi Sosial, Konferensi Waligereja Indonesia, sejak Januari 2019-...

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close