BERITA

Komunikasi Mahir, Berbicara Cerdas

BANDAR LAMPUNG, MIRIFICA.NET – Hari semakin sore, proses pendaftaran peserta pun telah selesai dilaksanakan. Tibalah saatnya pembukaan Lokakarya Public Speaking Keuskupan Tanjungkarang dimulai.

Tim Komsos mengawali dengan memulai ice breaking bersama para peserta dan panitia, melibatkan kurang lebih 50 orang. Bersama-sama bergoyang mengikuti irama dengan gerakan tepuk tangan meriah, diiringi canda tawa yang terdengar jelas dan raut wajah gembira menggambarkan semangat mereka membuka acara ini.

Tim Komsos Keuskupan Sufragan Tanjungkarang saat ice breaking pembuka

Setelah ice breaking selesai, pembawa acara mempersilahkan Ketua Komisi Komsos Keuskupan Tanjungkarang, RP. Yohanes Dwi Wicaksono, SCJ memberi kata sambutan. Membuka sambutan dengan mengucapkan “Hai, salam sehat dan semangat sambil ‘bertepuk tangan, tak pelak dijawab para peserta dengan tepuk tangan yang lebih meriah. Prokk!, Prokkk! Prokkkk!”

Pada kesempatan kali ini Romo Wicak berharap agar para peserta belajar dengan sungguh-sungguh sehingga kelak tidak hanya mahir berkomunikasi secara tertulis namun juga cerdas dalam komunikasi verbal. Dikemudian hari bisa menjadi agen-agen Katekese di Paroki maupun lingkungan sekitar. Pelatihan ini juga diharapkan agar peserta yang didominasi OMK ini dapat mengembangkan talenta diri dan bekal persiapan didunia kerja. ”Selamat berproses selama 3 hari ke depan, acara dipersilahkan kepada Pak Errol sepenuhnya untuk membentuk kami, mau ditekuk-tekuk juga tidak apa sehingga kami bisa berkembang,” pungkasnya.

Pada siang harinya, Uskup Keuskupan Tanjungkarang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono juga sempat menyambut dengan kegembiraan di Wisma Keuskupan, dikarenakan sore harinya harus berangkat ke Palembang menghadiri Pesta Perak Episkopal, Mgr. Aloysius Sudarso SCJ, ”Selamat datang, selamat berkarya bagi Tuhan dan sesama”, ungkap Mgr.Yu demikian biasa disapa.

Ketua Komisi Komsos Keuskupan Tanjungkarang, RP. Yohanes Dwi Wicaksono, SCJ

Selanjutnya CEO Radio Suara Surabaya , Errol Jonathans memulai sesinya, mengajak seluruh peserta untuk memanggilnya ‘mas’ saja agar lebih terjalin kedekatan dan kesetaraan dalam berkomunikasi. Kali ini sebelum memulai materi, Errol mengadakan survey kecil dengan memberikan arahan 10 pertanyaan yang harus dijawab para peserta. ”Setiap jawaban benar dari pertanyaan tadi akan ditemukan para peserta dalam workshop ini selama 3 hari ke depan,” ujar sosok yang murah senyum ini.

Public speaking merupakan dunia keterampilan yang bisa dipelajari dan dilatih. Dunia public speaking merupakan teknologi terhebat yang pernah dibuat manusia, karena hingga saat ini tidak ada teknologi yang menggantikan kebutuhan berbicara. Diperlukan pematangan konten sehingga tidak hanya mahir namun juga cerdas. Untuk menjadi pewarta ”agen” yang baik diperlukan kemampuan untuk mempengaruhi orang lain, oleh karena itu mahir berkomunikasi merupakan kewajiban.

Baca juga: Yuk, Jadi Agen Kabar Baik Lewat Public Speaking

Drs.Errol Jonathans, Narasumber Kegiatan Pelatihan

”Kita semua diajak untuk menguasai komunikasi dan public speaking sebagai pengetahuan dan keterampilan, mengerti cara menerapkan, mampu melaksanakan kegiatan¬†sesuai perencanaan, serta mengevaluasi dampak bagi pendengar”

Lebih lanjut Errol menambahkan bahwa ketika berkata sesuatu kepada orang lain, maka akan menimbulkan effect bagi pendengar agar mengerti dan memahami maksud kita. Peran komunikator yakni  memadukan, menyatukan dan mengarahkan orang-orang sehingga sirkulasi memberi dan menerima pesan dapat bersinergi dengan baik.

Lokakarya Public Speaking Keuskupan Sufragan Tanjungkarang mengusung tema Komunikasi Mahir, Berbicara Cerdas ini dilaksanakan di Wisma Albertus Pahoman, 10-12 Mei 2019.

“Agen Kabar Baik Wajib Terdengar & Terlihat”

Tags

Stefani Ira Wijayanti

Staf Komisi Komunikasi Sosial, Konferensi Waligereja Indonesia, sejak Januari 2019-...

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close