KATEKESETeladan Kita

Santo Ladislaus : 30 Juni

LADISLAUS merupakan seorang pangeran Hongaria, lahir pada tahun 1031. Ia terpilih sebagai raja berkat kehendak Allah, kepribadiannya yang jujur dan rendah hati menjadi faktor utama penentu pemilihannya walau secara silsilah seharusnya bukanlah dia yang terpilih.

Ilustrasi : Wikimedia Commons

Begitu Ladislaus menjabat sebagai Raja, dengan segera menyempurnakan kembali semua undang-undang, memperbarui bea cukai, pengadilan, meningkatkan moralitas publik. Keinginannya untuk menjadikan agama menjadi landasan legislasi dan basis semua kesejahteraan sosial merupakan motivasi besarnya untuk segera mewujudkan pembaharuan diberbagai sendi-sendi pemerintahan. Walau harus berjuang bahkan rela menderita, tak membuatnya patah arah hingga akhirnya ia menang dan namanya dikenang menjadi teladan di hati rakyatnya.

Hari-harinya dihabiskan untuk mengurus pemerintahan, walaupun sibuk ia tak lupa berdoa dan membaca ajaran-ajaran injil; dalam kasihnya menggunakan kekuasaanya untuk melindungi Gereja, membela rakyat dan bangsanya. Berkat berbagai kebijakan dalam membela keadilan, ketidakberpihakan dan keteguhan hatinya membuat Ladislaus menjadi teladan pribadi seorang raja. Segala kehancuran yang disebabkan oleh pemberontakan yang tak terhitung jumlahnya dan banyak bidaat di perbaikinya, membentuk suatu umat yang bersatu dalam iman, tunduk dalam segala hal kepada Tahta Apostolik. Pejuangannya harus terhenti ketika ia jatuh sakit dan semesta menginginkannya untuk berada disisi Bapa pada 30 Juli tahun 1096,

Sumber: Terjemahan bebas Santiebeati.it

Tags

Stefani Ira Wijayanti

Staf Komisi Komunikasi Sosial, Konferensi Waligereja Indonesia, sejak Januari 2019-...

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close