BERITA
Trending

Mgr. Paulinus: Tuhan Membimbing Para Pilihan-Nya

Kamis (08/08), bertepatan dengan Perayaan St. Dominikus, umat se-Keuskupan Tanjung Selor (KTS) sungguh bersyukur atas tahbisan diakon Bernardus Moi, Pr. Misa dilaksanakan di halaman Kompleks Seminari Menengah St. Yosep, Tarakan dan dipimpin oleh Uskup KTS, Mgr. Paulinus Yan Olla, MSF. Koor dibawakan oleh para Seminaris dan para bapak dari Paroki Sta. Maria Imakulata, Tarakan. Dihadiri oleh puluhan tamu undangan, para imam, biarawan/ti yang berkarya di KTS. Hadir pula keluarga dari Diakon Tertahbis yang berasal dari Paroki St. Yosep, Sebuku.

Penyerahan Alkitab kepada Diakon (Doc. Komsos KTS)

Dalam Homilinya, Uskup Paulinus mengatakan bahwa seorang pelayan sejati tidak dapat menghasilkan buah tanpa Yesus yang menyertainya. Seperti Petrus dan teman-temannya yang tidak dapat menangkap ikan sepanjang hari, tapi karena Petrus melakukan apa yang dikatakan Yesus, akhirnya ia mendapatkannya. “Inilah pengalaman orang-orang terpanggil, kadang-kadang situasi sedemikian rupa, sehingga tidak ada lagi bantuan yang lain kecuali mengikuti apa yang dikatakan Yesus” ucapnya. Lebih lanjut Mgr Paulinus menguraikan, ketika Tuhan memanggil, maka Tuhan juga memberikan daya untuk menghadapi situasi yang kongkret. Hal tersebut diungkapkannya dengan mengambil contoh St. Dominikus, pendiri Ordo Pengkhotbah (Dominikan), yang prihatin kepada umat di Perancis. Saat itu tumbuh banyak ajaran yang bertentangan dengan Gereja Katolik. St. Dominikus menawarkan diri untuk mengajar orang-orang yang ada di sana. “Di sini kita melihat bagaimana Tuhan membimbing orang terpanggil untuk menemukan tempatnya. Ketika Tuhan memanggil, di sana Dia memberikan daya untuk menghadapi situasi yang kongkret”, tegas Mgr Yan. Ia berpesan kepada Fr. Bernard untuk memulai masa diakonat ini dengan belajar untuk tanggap dengan situasi yang ada di keuskupan, dan kemudian menanggapi panggilan Tuhan itu berdasarkan bakat-bakat dan kemampuan yang dimiliki.

Diakon telungkup di depan altar (Doc. Komsos KTS)

Menutup Homilinya, Uskup Paulinus mengatakan bahwa bukan pekerjaan yang menentukan nilai seseorang, tetapi kedalaman hati yang terikat pada Tuhan, dan karena dianugerahi rahmat untuk melakukannya, itulah yang menentukan harga, dan mutu pelayanan setiap orang yang terpanggil. “Oleh karena itu, hari ini kita semua diteguhkan untuk berdoa, semoga Frater dan juga kita semua melihat tugas hidup kita sebagai tanggapan atas situasi yang telah Tuhan siapkan untuk menjadi tempat kita menanggapi Dia” pungkasnya.

Diakon Bernard dan kedua orangtuanya (Doc. Komsos KTS)

Seusai misa, acara dilanjutkan dengan ramah tamah, dan dihibur oleh nyanyian-nyanyian yang dibawakan oleh para seminaris. Pada kesempatan ini Diakon Bernard mengungkapkan rasa syukurnya kepada Tuhan atas tahbisan yang telah ia terima. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga serta semua pihak terkait dalam pelaksanaan acara ini. “Saya berharap dan mohon doa dari semua yang hadir di sini agar saya boleh dan mampu menapaki jalan panggilan ini hingga nanti tiba saat pentahbisan imam. Ini cita – cita saya untuk menjadi imam.” demikian harapnnya.(ADV)

Mgr Paulinus foto bersama siswa Seminari Menengah (Doc. Komsos KTS)
Tags

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Related Articles

instagram default popup image round
Follow Me
502k 100k 3 month ago
Share
error: Silakan share link berita ini
Close