KATEKESETeladan Kita

Santo Filipus Benizi : 23 Agustus

Santo Filipus Benizi (Italia = Filippo Benizi) adalah biarawan Ordo Servite pertama yang dikanonisasi. Ia lahir dalam keluarga bangsawan di Florence Italia pada tanggal 15 Agustus 1233, tepat pada hari Pesta Santa Maria Diangkat ke Surga. Pada masa mudanya, Filipus belajar ilmu kedokteran di Universitas Paris sampai menjadi seorang dokter, lalu kembali Italia dan belajar ilmu Filsafat di kota Padua.

Sebagai seorang dokter dan seorang sarjana Filsafat, Filipus menjalani profesinya dengan penuh pengabdian. Ia senantiasa mempunyai perhatian besar pada orang – orang sakit, terutama yang miskin dan melarat. Para pasiennya senantiasa memperoleh peneguhan batin dalam menanggung beban penderitaannya. Di samping memberikan obat–obatan, Filipus juga selalu mendoakan para pasiennya.

Rupanya Tuhan mempunyai rencana yang khusus untuk Filipus. Kata–kata Roh Kudus kepada rasul Filipus itu terus mendengung dalam batinnya dan mendesak dia untuk berbuat yang sama seperti sang rasul dalam bacaan Kisah Para Rasul yang mengisahkan tentang perintah Roh Kudus pada rasul Filipus untuk mentobatkan sida–sida dari Etiopia yang sedang dalam perjalanan menuju Yerusalem. (Kis 8:26-39).

Ilustrasi: galery.katakombe.org

Setelah misa selesai, Filipus melamar sebagai seorang calon novis di biara tersebut (Biara Servite Monte Senario). Permohonannya diterima. Setelah menjalani novisiat Filipus pun mengucapkan kaul sebagai seorang bruder dan diberi tugas sebagai tukang masak dan tukang kebun.

Atas dorongan Roh Kudus, Filipus menjelajahi seluruh Eropa dan sebagian Asia untuk berkhotbah. Di beberapa tempat, ia berhasil memulihkan hubungan yang retak antar para bangsawan. Ia juga banyak membuat mukzijat sehingga banyak orang menjadi percaya pada Kristus.

Pada tahun 1283, Paus Martinus IV mengutus Filipus yang saat itu sudah berusia 50 tahun, untuk menjadi juru damai bagi masyarakat kota Forli yang saat itu sedang bertikai. Ketika tiba di Forli dan mencoba untuk berkhotbah, Filipus diserang oleh pemuda Peregrinus, yang menjadi pemimpin dari salah satu golongan yang tengah bertikai. Filipus ditinju hingga roboh, namun ia sama sekali tidak melawan. Ia bangkit dan berkata pada pemuda tersebut : “Engkau boleh meninju pipiku yang sebelah lagi…”. Sikap kasih ini seketika itu juga mencairkan kekerasan hati pemuda Peregrinus. Dengan wajah terkesima ia jatuh berlutut di hadapan Santo Filipus Benizi dan memohon ampun atas perlakuan kasarnya itu. Beberapa waktu kemudian, Peregrinus datang ke kota Sienna dan memohon bimbingan Filipus untuk menjadi seorang biarawan Servite. Pemuda Peregrinus inilah yang kini kita kenal sebagai Santo Peregrinus Laziosi

Santo Filipus Benizi tutup usia dengan tenang pada tanggal 22 Agustus 1285 di biara Servite di Todi Italia. Ia dikanonisasi pada tahun 1671 oleh Paus Klemens X.

Sumber : Katakombe.Org

Tags

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close