BERITA
Trending

Peluncuran Anggur Misa Bercukai

MIRIFICA.NET – Sabtu, 14 September 2019, bertempat di Gedung OBOR, diluncurkan “Anggur Misa Bercukai” produksi Sababay. Peluncuran ditandai pengguntingan pita oleh Mulyati Gozali (Sababay), Rm. FX Sutanto (Direktur OBOR) dan Eusabius Binsasi (Mantan Dirjen Bimas Katolik, Kemenag RI). Setelah pemotongan pita dilanjutkan penyerahan secara simbolik satu botol “Anggur Misa Bercukai” dari Sababay ke KWI, diwakili Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM, yang kemudian menyerahkannya ke Direktur OBOR, Rm. FX Sutanto. Selanjutnya Toko Rohani OBOR akan memasarkan Anggur Misa Bercukai itu untuk kalangan di luar hierarki seharga Rp 360.000,- per botol kemasan 750 ml.

Dokpri: OBOR

Sebanyak 50% anggur misa untuk 37 Keuskupan di Indonesia, sejak 2019 sudah merupakan produksi dalam negeri yang dibeli KWI dari Sababay. Sebesar 50% masih diimpor dari Sevenhill Cellars, Australia. Anggur misa untuk semua keuskupan di Indonesia produksi Sababay dikemas dalam kotak karton 3 liter dan tidak diperjualbelikan. Sebelumnya impor anggur misa dari Australia dikemas dalam wadah drum dan oleh masing-masing keuskupan didistribusikan ke paroki dalam wadah botol dan jeriken. Anggur misa Sevenhill Cellar untuk keuskupan-keuskupan juga tidak diperjualbelikan.

Banyak umat meminta perayaan misa untuk acara keluarga atau komunitas tertentu. Selama ini mereka menggunakan anggur jatah misa di gereja/kapel setempat, atau membelinya di luar negeri. Sekarang kebutuhan tersebut bisa dipenuhi dengan tersedianya anggur misa produk Sababay yang dikemas dalam botol dan diberi cukai, serta dijual secara terbatas bagi kebutuhan misa pribadi umat dan komunitas Katolik. Anggur misa yang dikemas dalam botol ini sama dengan anggur misa untuk keuskupan-keuskupan, yang telah diresmikan penggunaannya (diberi Nihil Obstat) oleh Mgr. Petrus Boddeng Timang, selaku Ketua Komisi Liturgi KWI di Gianyar, Bali, pada 29 November 2018.

Dokpri: OBOR

Peluncuran Anggur Misa bercukai produksi Sababay di Lantai 7 Gedung OBOR, 14 September 2019, bersamaan dengan perayaan HUT ke-70 OBOR, 40 tahun OBOR berada di bawah naungan KWI, dan 25 tahun penerbitan Buku ZIARAH BATIN: Buku Renungan Harian Sepanjang Tahun. Acara yang berlangsung dari pukul 10:00 WIB sampai dengan pukul 13:00 WIB, didahului Misa Konselebrasi, dengan Selebran Utama Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM. Konselebran Mgr. Tri Harsono, Rm. Agustinus Surianto Pr, Rm. FX Sutanto Pr, Rm. Yohanes Maryono SJ dan Romo Martin Harun OFM. Setelah diluncuran, anggur misa bercukai ini bisa dibeli oleh siapa pun untuk misa internal, di luar misa reguler di gereja maupun kapel di bawah hierarki Gereja Katolik.

Gagasan untuk memproduksi anggur misa di dalam negeri, pernah mengemuka pada tahun 2011, saat peringatan 50 tahun terbentuknya hierarki Gereja Katolik Indonesia. Gagasan ini ditandai dengan Workshop Anggur Misa di Universitas Sanata Dharma (USD), Yogyakarta pada tanggal 30 April 2011. Sebenarnya tahun 2012, Rm. Agustinus Surianto Himawan yang saat itu masih sebagai Direktur OBOR sudah mendengar ada satu winery baru di Indonesia punya orang Katolik. Namun karena masih di OBOR Romo Agust tidak punya akses untuk memproduksi anggur misa, karena kewenangan ada di KWI. Padahal OBOR punya impian ingin menyediakan semua kebutuhan liturgi. OBOR ingin menjadi one stop shopping  termasuk menyediakan anggur misa. Namun untuk pengadaan anggur misa pada waktu itu susah. Tahun 2016, Rm. Agust menjadi Kepala Departemen PSDM-PU-TG KWI. Beliau melihat kerumitan proses impor anggur misa dari Australia. Maka ketika Indonesia bisa memproduksi anggur misa sendiri, KWI menyiapkannya untuk kebutuhan liturgi resmi demi kebutuhan keuskupan-keuskupan. Secara kebetulan ia bertemu Sababay di Sintang.

Dokpri: OBOR

Sejak itulah terjadi kontak antara KWI dengan Sababay secara intensif. Dengan dukungan dari berbagai pihak, untuk pertama kalinya Gereja Katolik Indonesia memproduksi anggur misa sendiri. Rm. Agust menjelaskan anggur misa tersebut untuk sementara disebarkan secara terbatas ke keuskupan-keuskupan. Maka, ia mengimbau umat Katolik yang membutuhkan anggur misa lingkungan atau kelompok kategorial, bisa langsung membelinya di Toko Rohani OBOR.

Sababay sendiri didirikan oleh Mulyati Gozali tahun 2009 dan baru memasarkan produknya awal dekade 2010. Buah anggur sebagai bahan wine untuk umum maupun anggur misa, didapat Sababay dari para petani anggur dan dari kebun sendiri di Kabupaten Buleleng, Bali Utara. Sejak zaman Belanda, Buleleng memang sudah dikenal sebagai sentra anggur Bali, yang sebenarnya merupakan varietas Alphonse Lavallée. (F. Rahardi)

Tags

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Silakan share link berita ini
Close