Ajaran GerejaKATEKESE
Trending

PEKAN I : SELEBRASI PEKAN ADVENT PERTAMA : Merubah Pedang Kematian menjadi Mata Bajak yang Menghasilkan Kehidupan Persiapan

(Semua berkumpul mengelilingi Lingakran Advent.)

P : KepadaMu ya Tuhan, kuangkat jiwaku; Allaku, kepadaMu aku percaya. Ya, semua orang yang menantikan Engkau takkan mendapat malu.

U : Ya Tuhan datanglah, kami menanti.

P : Dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Amin.

Siapa datang kepada Tuhan, ia tidak akan ditolak. Semoga Tuhan beserta kita,

U : Sekarang dan selama-lamanya.

P : Pada pertemuan pertama di minggu advent ini, kita akan mendengarkan ajakan Tuhan untuk naik ke gunungNya yang suci. Gunung Tuhan adalah lambang rumah Tuhan; rumah Tuhan adalah tempat Tuhan bertemu dengan kita, putra-putriNya.

Pada masa Advent ini, kita juga rindu datang ke Gunung Tuhan, ke Rumah Tuhan, ke rumah kelahiran Tuhan.

3  3   3       3   3  3     3  4   4 ,

P : Datanglah ya Tuhan Allahku,

2  2  2   2   2   2   3  3  .

U : selamatkanlah u-matMu

Bacaan dan meditasi

L : Inilah firman yang dinyatakan kepada Yesusaya : Seala bangsa akan berduyun-duyun ke Rumah Tuhan, dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata : Mari kita naik ke gunung Tuhan, ke Rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalanNya dan supaya kita berjalan meempuh jalan itu… Mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tobaknya menjadi pisau pemangkas. Bangsa yang satu tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa yang lain, mereka tidak akan lagi berlatih perang… Marilah kita berjalan dalam terang Tuhan

P : Datanglah ya Tuhan Allahku,

U : Selamatkanlah umatMu

P : Marilah kita duduk, dengan mengambil sikap meditasi; jagalah agar punggung kita tegak lurus, arahkanlah pandangan ke depan, letakkanlah tangan kita terbuka di atas paha, lalu tutuplah matamu dengan lembut…

Hiruplah nafas yang panjang…. Ditahan… lalu hembuskan perlahan-lahan… Kita buat sekali lagi : Hiruplah nafas yang panjang… ditahan… dihembuskan kembali… Sekali lagi…

P : Bayangkanlah dirimu ada di sebuah lembah, di lereng gunung yang hijau… rasakan sejuknya angin… Nikmatilah suasana ini… Tiba-tiba, coba dengar, ada sebuah suara berbisik : Marilah, naiklah, datanglah ke rumah Tuhan…. Datanglah… ke rumah Tuhan… Bayangkan dirimu, mencari suara itu… mengikutinya, naik ke lembah, dan di sana, ada seseorang duduk, berjubah putih, penuh wibawa… Oh, seorang nabi… nabi Yesaya…

Ia menatapmu, penuh kasih, ia berkata : datanglah ke rumah Tuhan… dan dengarkan pesan Tuhan… Rasakan ia mendekat padamu… ia meletakkan tangannya di bahu kananmu… rasakan ada kehangatan… oh, ia berbisik padamu :

Mereka akan menempa pedang-pedangnya, menjadi mata bajak… Mereka tidak akan mengangkat pedang lagi satu sama lain… mereka berjalan dalam terang Tuhan…

Peganglah, peganglah tangan sang nabi, dan lihat, ia berbisik padamu dengan lembut : ubahlah pedang yang mematikan, menjadi bajak yang menumbuhkan benih di ladang… ubahlah setiap kekerasan yang mematikan… menjadi kelembutan yang menghidupkan… apakah ada kekerasan dalam hidupmu? Robahlah… kata-kata kasar, dusta, ejekan, hinaan? Raut wajah pandang enteng, pura-pura dan lain di muka lain di belakang?  Sikap-sikap yang keras : memukul, merusak, membanting barang-barang, melempari… tangan dan jari yang menuduh, menyalahkan, menghakimi, mengancam?

Rubahlah, rubahlah… lihatlah, pedang telah berubah jadi mata bajak yang menghasilkan benih kehidupan… Lihatlah : hatimu : tak ada lagi pedang… lidahmu bukan pedang… kata-katamu tidak lagi menusuk… raut mukamu tidak lagi tajam menyakitkan… perbuatanmu tidak lagi merusak atau mematikan… Senyumlah pada Yesaya… pada Tuhan di rumah suciNya… sembahkan hatimu, jiwamu, hidupmu… non violence… tiada kekerasan, tiada pedang… hanya ada damai baru… kasih baru… ampun dan kebaikan… kasih dan kehidupan…

Terima kasih Tuhan, di rumah suciMu ini, Kau nyalakan lilin pertamaku : lilinku terang, lilinku hidup… lilinku damai, lilinku kasih…

Terima kasih Tuhan, terima kasih Tuhan….

P : Datanglah ya Tuhan Allahku,

U : Selamatkanlah umatMu

P : Ubahlah pedang yang ada dalam di-riku

U : Jadikanlah mata bajak yang memberi hidup

Penyalaan Lilin Adven I

P : Bukalah matamu perlahan-lahan… syukurilah saat-saat teduh dan damai tadi…  Nabi Yesaya mengajak kita : berjalanlah dalam terang Tuhan… Saya mengajak kita semua bangkit berdiri, kita menatap ke lingkaran Avent kita dan saya mempersilahkan yang tertua dari antara kita, untuk menyalakan lilin advent pertama, sambil kita bernyanyi dengan lembut :

U : Datanglah Tuhan, datanglah, datanglah Tuhan, datanglah; datanglah Tuhan, datanglah, oh Tuhan datanglah

P : Marilah berdoa : [mari kita berdiri mengelilingi krans advent]

Tuhan Yesus Kristus, kami berkumpul sekeliling krans advent ini. Lingkaran ini mengingatkan kami akan Tuhan, Allah, Bapa yang sempurna, yang utuh dan yang mau mempersatukan, mau melindungi, mau mengumpulkan. Semoga di masa advent pertama ini, kami boleh semakin sempurna seperti Engkau, khususnya dengan mengganti pedang-pedang yang ada di hati kami, menjadi kasih dan sayang yang lembut dan memberi kehidupan. Semoga kami juga saling merangkul dan bersatu, salling menyapa dan memberi salam. Tuhan, terima kasih untuk pertemuan hari ini. Dalam terangMu kami melihat cahaya.

U : Amin.

P : Datanglah ya Tuhan Allahku,

U : Selamatkanlah umatMu

P : Ubahlah pedang yang ada dalam diriku

U : Jadikanlah mata bajak yang memberi hidup

Penutup

P : Kita semua adalah anak-anak Bapa, yang mau merangkul, memeluk, mempersatukan kita bagaikan lingkaran advent yang bulat ini. Mari kita saling berpegangan tangan, dan bersama-sama berdoa kepada Bapa kita :

U : Bapa kami yang ada di surga….

P : Semoga Tuhan beserta kita

U : Sekarang dan selama-lamanya

P : Semoga Tuhan memberkati kita sekalian dan niat-niat kita selama minggu ini, dengan berkat Allah yang mahakuasa,

U : Dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Amin.

Lagu penutup : PS 442 : O datanglah Imanuel, ayat 1 &2

 

Mari Memasuki Masa Advent oleh P. Terry Ponomban, Pr

 

Tags

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

instagram default popup image round
Follow Me
502k 100k 3 month ago
Share
error: Silakan share link berita ini
Close