BOOK REVIEW

Psikologi Dan Pendidikan Calon Imam

Dokumen Vatikan dari Congregazione per L'Educazione Cattolica untuk Pendidikan Calon Imam

Detail ..

Imam dan Milenium Ketiga

Buku ini berisi dokumen Gereja tentang Imam sebagai Guru Sabda, Pelayan Sakramen, dan Pemimpin Jemaat Kristen

Detail ..


Meksiko Legalkan Perkawinan Sejenis

05 Januari 2010 14:48

(Meksiko 22/12/09)Pemerintah Meksiko City, ibu kota Meksiko, akhirnya melegalisasi perkawinan sejenis. Hal ini memberi perubahan atas hak-hak kaum homoseksual yang lebih banyak, termasuk memungkinkan mereka untuk mengadopsi anak. Demikian dilansir Associated Press, Senin (21/12).

Hanya ada tujuh negara yang mengizinkan perkawinan gay, yaitu Kanada, Spanyol, Afrika Selatan, Swedia, Norwegia, Belanda, dan Belgia.

Sementara negara bagian Amerika Serikat yang mengizinkan pernikahan sejenis adalah Iowa, Massachusetts, Vermont, Connecticut, dan New Hampshire.

Ibu kota Argentina, Buenos Aires, menjadi kota pertama Amerika Latin yang melegalkan perkawinan sesama jenis untuk pasangan gay dan lesbian tahun 2002. Empat kota Argentina lain kemudian melakukan hal yang sama, dilanjutkan Mexico City pada 2007 dan beberapa negara bagian Meksiko dan Brasil.

Banyak orang di Meksiko dan dan beberapa kawasan di Amerika Latin tetap menentang perkawinan gay, dan Gereja Katolik Roma telah mengumumkan penolakan. "Ini merupakan kado natal terpahit di Meksiko," kata pihak gereja.

Lain halnya dengan Victor Romo, seorang anggota partai kiri menyebut ini sebagai hari bersejarah. "Selama berabad-abad hukum berlaku tidak adil dengan melarang perkawinan antara kulit hitam dan putih atau Indian dan Eropa, tapi hari ini semua hambatan telah menghilang," katanya.

Swedia duluan

Sebelumnya, bulan November lalu, gereja Lutheran Swedia memperbolehkan melakukan perkawinan sejenis. Sekitar 70 persen dewan gereja menjadikannya salah satu dari beberapa gereja-gereja global untuk membolehkan pernikahan gay.

Pemerintah Swedia memperkenalkan hukum baru yang memungkinkan pasangan gay memiliki hak perkawinan yang sama seperti heteroseksual.

Tiga perempat dari Swedia adalah anggota gereja Lutheran, meskipun jemaat yang datang ke gereja rendah. Gereja Lutheran mengatakan pasangan gay sekarang bisa menikah dengan salah satu dari para imam awal November.

Gereja yang memisahkan diri dari kontrol negara pada tahun 2000, mendukung keputusan pemerintah untuk melegalkan pernikahan gay pada bulan Mei. Akan tetapi, beberapa ulama mempertanyakan apakah upacara  perkawinan  harus disediakan seperti serikat heteroseksual. Banyak yang menentang  dengan alasan itu bertentangan dengan Kitab Suci.

Menanggapi hal tersebut, Uskup Agung Swedia, Anders Wejryd, mengatakan kepada wartawan, "Bagi saya, keputusan yang benar diambil, tapi saya bisa berempati kepada banyak orang yang percaya keputusan tersebut terlalu cepat." katanya, seperti yang dilansir BBC.

Komunitas  Gay Swedia, Swedia Federation for Lesbian, Gay, Bisexual, and Transgender Rights (RFSL), menyambut baik keputusan pemerintah melegalkan pernikahan gay di gereja.

"Kita mengucapkan selamat kepada Gereja Swedia untuk mengambil keputusan itu. Homoseksual dan biseksual anggota akhirnya akan dapat merasakan sedikit lebih diterima dalam masyarakat," kata salah seorang komunitas itu dalam sebuah pernyataan.(wartakota.co.id)

 



Viewed: 909 ; Printed: 158


~~ arsip ~~