BOOK REVIEW

Panggilan Menjadi Formator Seminari

Referensi buku menjadi formator seminari dari Komisi Seminari KWI

Detail ..

Motivasi Petani, Uskup Atambua Turun Tanam Padi di Sawah

25 Februari 2013 08:10

(Atambua 24/02/2013) Untuk memotivasi petani agar tetap mencintai pekerjaan bertani di sawah dan kebun, Uskup Atambua, Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr, Bupati Belu, Drs. Joachim Lopez, Romo Dekenat Belu Utara, Romo Agus Berek, Pr turun langsung menanam padi di sawah dan kebun petani di Desa Tohe dan Maumutin, Kecamatan Raihat, Belu pada Kamis dan Jumat (21-22/2013).

Kegiatan turun sawah dan kebun Uskup Atambua dan pejabat di Kabupaten Belu itu bertepatan dengan rekoleksi umat dalam rangka perayaan paskah sekaligus mendukung Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2013.

Uskup Dominikus dalam pesannya  kepada para kelompok tani di Raihat mengatakan, permasalahan yang seringkali dikeluhkan warga adalah rawan pangan.   Pesan Uskup Atambau tersebut disampaikan dalam keterangan pers Bagian Humas Setda Belu kepada wartawan di Atambua, Sabtu (23/2/2013).

Padahal, demikian Uskup Dominikus, sebagian besar warga sejak dahulu kala telah menggeluti lahan pertanian untuk meningkatkan taraf hidup.

Uskup Dominikus mengatakan, kondisi sekarang ini malah berbanding terbalik, kecendrungan warga tidak mau turun sawah atau kebun untuk mengolah lahan yang tersedia.

Semua lahan pertanian yang ada, kata Uskup Dominikus, memiliki potensi yang cukup besar, asalkan ada kemauan petani untuk bekerja keras.  Berkaitan dengan APP 2013, Uskup Dominikus mengatakan, selain melakukan rekoleksi kepada umat, juga melakukan aksi nyata.

Menyongsong paskah 2013 ini, lanjut Uskup Dominikus, Keuskupan Atambua mengambil lokasi rekoleksi di wilayah Dekenat Belu Utara, tepatnya di Kecamatan Raihat.

"Saya mengajak umat semua yang rata-rata berlatarbelakang petani untuk cintailah pekerjaan sebagai petani yang baik. Mari kita masuk sawah dan kebun untuk olah lahan pertanian. Ini kita lakukan karena Keuskupan Atambua melihat masih cukup banyak lahan potensial yang belum dioptimalkan. Saya berterima kasih kepada Pemda Belu yang bersama-sama dengan Keuskupan Atambua turun langsung ke sawah dan kebun  memotivasi para petani untuk mengolah sawah dan kebun yang ada," ujar Uskup Dominikus.

Uskup juga meminta pastor paroki di kecamatan lain di Keuskupan Atambua agar memotivasi umat untuk turun ke sawah dan kebun.  Uskup mengingatkan umatnya agar mengolah  lahan yang ada karena memiliki potensi sangat bagus untuk meningkatkan ekonomi keluarga.

Bupati Belu, Joachim Lopez mengatakan, pola rekoleksi tahun 2013 ini sudah berubah. Tidak saja renungan bersama, juga ada tindakan nyata untuk membangkitkan kesadaran petani agar  mencintai pekerjaannya.

Joachim menyampaikan, pemerintah dan pihak gereja terus berusaha mengubah pola pikir warga bahwa selama ini bukannya petani belum bekerja, tetapi sudah bekerja keras hanya lebih dioptimalkan.
"Pemerintah tahu selama ini para petani sudah bekerja. Tapi pemerintah dan gereja mendorong juga memotivasi agar fokus mencintai pekerjaan sebagai petani mengolah lahan pertanian yang ada. Pemerintah  mengharapkan budaya pesta yang berlebihan dan perilaku bermain judi harus ditinggalkan," pinta Lopez.

Kegiatan Uskup Atambua dan pejabat dari Pemkab Belu sehari melakukan rekoleksi bersama umat pada Kamis (21/2/2013). Pada Jumat (22/2/2013) bersama warga turun ke sawah di Tohe untuk menanam padi. Setelah itu rombongan menuju Desa Maumutin untuk melihat lahan perkebunan warga.(Tribunnews.com)

 

 

(Foto: rinuhadi files.wordpress.com)

 

 

 
  
   


Viewed: 492 ; Printed: 188


~~ arsip ~~