BOOK REVIEW

Panggilan Menjadi Formator Seminari

Referensi buku menjadi formator seminari dari Komisi Seminari KWI

Detail ..

Kebijakan Yahoo Wajibkan Karyawan Ngantor Dicap Ketinggalan Zaman

27 Februari 2013 13:13

(26/02/2013) Saat isu fleksibilitas dalam bekerja menjadi perhatian bahkan diprediksi menjadi gaya bekerja di masa depan, juga ketika para orangtua bekerja membutuhkan fleksibilitas untuk menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga, Yahoo punya pendapat berbeda.

Mulai Juni 2013 mendatang, semua karyawan Yahoo harus bekerja dari kantor alias tidak diizinkan untuk bekerja secara remote atau dari rumah. Dalam memo tertulisnya yang dikirimkan ke semua karyawan Yahoo, Jackie Reses, pimpinan divisi HR, mengungkapkan bahwa komunikasi dan kolaborasi merupakan dua hal yang sangat penting.

Oleh karena itu, para pimpinan Yahoo menginginkan para karyawannya untuk bekerja bersebelahan di kantor.

Marissa Mayer, CEO Yahoo yang baru berusia 37 tahun dan tercatat sebagai CEO termuda dalam daftar 500 perusahaan terbesar di Amerika Serikat, berada di balik larangan bekerja secara remote ini.

Kolumnis senior Huffington Post untuk karier dan keluarga, Lisa Belkin, menilai kebijakan perusahaan yang dibuat Mayer bertentangan dengan apa yang semestinya dilakukan CEO dalam dunia kerja masa kini.

Budaya bekerja yang meniadakan fleksibilitas bahkan mengharuskan karyawan selalu berada di kantor, apalagi untuk perusahaan seperti Yahoo, tak sesuai kebutuhan zaman. Belkin mengatakan, 40 tahun lalu, gaya bekerja semacam ini boleh jadi sesuai. Masa di mana pria bisa fokus bekerja karena perempuan bertanggung jawab penuh mengurus keluarga di rumah.

Belkin mengatakan, kehadiran di kantor juga menjadi penting pada era 20 tahun lalu ketika semua fasilitas, bahan pekerjaan, memang hanya bisa diakses di kantor, saat di mana komunikasi masih mengandalkan telepon kantor serta semua pekerjaan memang hanya memungkinkan dilakukan di kantor.

Lebih tegas lagi Belkin mengatakan, kebijakan yang diterapkan Mayer bahkan bertolak belakang dengan banyak hasil studi, terutama studi yang menunjukkan bahwa fleksibilitas dalam bekerja justru meningkatkan produktivitas pekerja, selain berdampak positif terhadap moral dan kesehatan.

Belkin pun berharap, Mayer, dengan platform dan kekuasaannya bisa menjadikan Yahoo sebagai contoh dari perusahaan modern yang ramah keluarga. Mayer, menurutnya, semestinya bisa memaksimalkan fasilitas dan teknologi yang ada untuk memberikan pendekatan baru dalam bekerja kepada para karyawannya.

Meski saat ini faktanya berbeda, Mayer justru memerintahkan karyawannya (yang kebanyakan dipekerjakan dengan kesepakatan bahwa mereka bisa bekerja dari rumah/luar kantor), untuk kembali ke kantor, dan berbuat yang terbaik untuk perusahaan dengan duduk manis di kursi kantor.

Melalui kebijakan barunya ini, Mayer, yang hanya mengambil cuti melahirkan selama dua minggu saat baru menjabat sebagai CEO Yahoo, melawan realitas saat banyak orang berharap bisa mendapatkan fleksibilitas dalam bekerja untuk bisa menjalani kehidupan di luar kantor.

Belkin mengakui, memang ada pekerjaan yang tidak bisa dilakukan dari jarak jauh. Karenanya, menurutnya, penting untuk melakukan pendekatan per kasus. Bagi para karyawan, terutama orangtua bekerja, yang pekerjaannya memungkinkan dilakukan di mana saja tanpa harus selalu hadir di kantor, semestinya bisa mendapatkan fleksibilitas.

Perusahaan perlu mengindentifikasi, posisi apa yang bisa fleksibel cara bekerjanya, dan mana yang tidak bisa.

"Mengembalikan karyawan ke "dalam kotak" tak baik bagi Yahoo juga tak bagus untuk bisnis," kata Belkin menanggapi arahan dari Yahoo kepada karyawannya untuk menyikapi kebijakan ini dengan semangat kolaborasi.(tribunnews.com)

 

 
  
   


Viewed: 310 ; Printed: 136


~~ arsip ~~