Mirifica e-news (http://www.mirifica.net)
03 Agustus 2012 17:46

Renungan Harian 4 Agustus 2012


Sabtu, 4 Agustus 2012

Bacaan:

  • Yer. 26:11-16,24;
  • Mzm. 69:15-16,30-31,33-34;
  • Mat. 14:1-12

Renungan:

Herodes dan Yohanes Pembaptis: dua tokoh penting di zaman Yesus. Herodes sang penguasa dunia, Yohanes sang tanpa daya, hanya sebuah suara di padang gurun. Yang satu memperjuangkan kuasa duniawi, yang satu mewartakan pertobatan dan menawarkan hidup baru. Herodes melanglang buana, melenggang kangkung,bergelimang kuasa dan perintah, namun ia terkungkung, terbelenggu oleh egoisme, oleh nafsu, oleh uasanya.Ialah narapidana itu.

Yohanes, terbelenggu secara fisik, namun ia bebas lepas, dari kelekatan apapun, dari dosa, dari kuasa duniawi, dari nafsu, dari benci sekalipun. Ia manusia bebas lepas. Keterbelengguannya membuat  Herodes terjebak jatuh pada pamer janji, pada ketakberdayaan, pada eksekusi mati seorang tak bersalah.

Kebebasan Yohanes, adalah untuk memenuhi tugasnya sebagai sang utusan yang menyiapkan jalan bagi sang Penebus: memaklumkan pertobatan, membangun jalan lurus, menempuh metanoia, dengan hidupnya sendiri. Drama tragis dua tokoh tadi, terus berlanjut sampai kini di pentas hidup dunia dan manusia.

Berapa banyak orang ‘bebas tapi serentak napi kelas kakap'; betapa banyak orang ‘terpenjara namun bebas lepas' di hadapan Allah! Apakah kita begitu berkuasa, berkedudukan, berpangkat: dan semuanya itu membuat kita buta, tuli dan terbelenggu? Yohanes Maria Vianney, pastor suci dari Ars, memilih hidup penuh doa dan tapa yang berat demi keselamatan banyak orang!

 

(Renungan Harian Mutiara Iman 2012, Yayasan Pustaka Nusatama,Yogyakarta)