Mirifica e-news (http://www.mirifica.net)
31 Agustus 2013 18:38

Renungan Harian 1 September 2013


var vglnk = { api_url: '//api.viglink.com/api', key: 'a187ca0f52aa99eb8b5c172d5d93c05b' };

Minggu, 1 September 2013

 Bacaan:

Sir. 3:17-18,20,28-29;

Mzm. 68:4-5ac,6-7ab,10-11;

Ibr. 12:18-19,22-24a;

Luk. 14:1,7-14.

 

Renungan:

Jika kita diundang ke pesta, orang bisa saja duduk di baris depan, karena ingin berbagi sukacita dengan tuan pesta; ada juga, karena ingin duduk sedekat mungkin dengan meja hidangan; ada juga yang ingin di baris terdepan untuk menunjukkan bahwa ia itu ‘vvip', orang penting, orang besar.

Jika kita seperti orang ke tiga tadi, maka kitalah yang mau disapa Yesus saat ini: janganlah mengambil tempat yang bukan tempatmu, agar kau jangan dipermalukan. Yesus ingin agar kita terluput dari budaya umum ‘mencari muka, cari hormat dan pengenalan'. Yesus tak ingin kita ikut dalam arus budaya yang mau ‘menguasai dan meminggirkan yang lain'. Yesus mengajak kita berpihak pada mereka yang menjadi korban, termarginalkan, terkeluar dari komunitas, dari persaudaraan, dari persekutuan. Yesus justru ingin kita menjadi pengangkat derajad sesama, dan sendiri tetap memiliki kerendahan hati dan solidaritas.

Cinta kasih sejati bukan dalam mencari hormat dan pengakuan, tetapi dalam memberi tempat dan harga pada sesamanya. Saudara-saudariku, mari kita menjembatani jurang pemisah yang terlalu melukai dan menyakiti banyak orang.

 

 

(Renungan Harian Mutiara Iman 2013, Yayasan Pustaka Nusatama Yogyakarta)