KWI

Praktek Berorasi selama 5 menit sebagai Puncak Pelatihan Public Speaking

Minggu 17 Agustus menjadi hari terakhir pelatihan public speaking calon imam Diosesan dari 5 keuskupan di Tanah Papua. Peserta diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan personal dalam berorasi. Kepada setiap orang diberi waktu maksimal 5 menit, bebricara dengan tema tertentu.

Fr. Adopius sedang mempraktekan orasi ilmiahnya dihadapan teman-teman.
Fr. Adopius sedang mempraktekan orasi ilmiahnya dihadapan teman-teman.

Menarik bahwa para frater, memiliki gaya dan cara yang khas dalam menerapkan teori yang mereka pelajari selama 3 hari. Hal ini memperlihatkan kemampuan peserta yang dapat mencernah dan menerjemahkan teori yang mereka pelajari bersama pak Errol Jonathans dengan gaya berbicara khas budaya Papua.

“Wah,wah,wah….bapa, ibu saudara-saudari yang saya hormati….” menjadi seruan dan sapaan awal yang khas Papua sebelum seseorang menyampaikan orasinya dihadapan publik. Sapaan yang sama, wah,wah,wah menjadi kata penutup orasi ilmiah yang mereka sampaikan.

Mahasiswa semester 3 dan 5 ini memiliki kemampuan public speaking yang bagus. Selain karena mereka sudah terbiasa berbicara saat berdiskusi di ruangan kelas, mereka juga diperkaya dengan teori dan praktek yang mereka lakukan selama 3 hari ini.

Fr. Kaspar Tigi, Calon Imam Keuskupan Timika
Fr. Kaspar Tigi, Calon Imam Keuskupan Timika

Para peserta menyadari bahwa senam olah vokal, membuat  suara diafragma berfungsi dengan baik dan dengan demikian artikulasi menjadi jelas, dengan volume dan ritme yang sesuai dengan kemampuan pendengar untuk mengerti apa yang disampaikan.

Tags

RD. Kamilus Pantus

Imam diosesan (praja) Keuskupan Weetebula (Pulau Sumba, NTT); misiolog, lulusan Universitas Urbaniana Roma; berkarya sebagai Sekretaris Eksekutif Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) KWI, Juli 2013-Juli 2019

Related Articles

instagram default popup image round
Follow Me
502k 100k 3 month ago
Share
error: Silakan share link berita ini
Close