Harian

Sabtu 20 September 2014: Menghadapi Godaan dengan Kritis

Apa yang akan terjadi ketika Anda menghadapi berbagai godaan? Anda lari? Atau Anda tetap menghadapinya dengan penuh iman?

Ada cara unik untuk memburu serigala seperti yang dilakukan oleh orang Eskimo.  Orang Eskimo melumuri mata pisaunya dengan darah dan membiarkannya membeku. Kemudian ia melumuri lagi dengan darah dan dibiarkan kering dan membeku lagi. Begitulah dilakukan berulang-ulang sampai pisau tersebut tidak kelihatan  seperti pisau lagi.

Lalu orang Eskimo itu menanam sebagian pisaunya dengan menghadap ke atas di dalam tanah. Serigala yang mengendus bau amis itu akan mulai menjilati pisau itu. Semakin lama, ia semakin menikmatinya hingga tanpa terasa lapisan darah tersebut habis.

Tanpa sadar serigala ini mulai menjilati mata pisau. Akibatnya, lidahnya sendiri tergores mata pisau serta mengeluarkan darah segar. Masih belum sadar, ia terus menjilati darahnya sendiri dengan penuh nafsu sampai ia kehabisan darah. Maka matilah ia!

Dalam kehidupan kita sehari-hari kita menghadapi banyak godaan. Godaan untuk menguasai yang lain menjadi suatu godaan yang sangat besar. Untuk apa orang menguasai yang lain? Ada banyak jawaban. Namun satu hal yang pasti adalah agar orang mau mengabdi kepada dirinya. Orang ingin mencari nama, supaya tenar. Orang ingin mengatakan kepada dunia bahwa ia sungguh-sungguh berkuasa dalam dunia ini.

Akibatnya, manusia lupa dirinya sendiri ketika sedang berkuasa. Kisah tadi mau mengatakan kepada kita bahwa kekuasaan itu menumbuhkan nafsu yang berlebihan. Sampai-sampai bahwa kekuasaan yang penuh nafsu itu akan menghancurkan dirinya sendiri. Serigala itu penuh nafsu meminum darahnya sendiri. Ia tidak mampu mengontrol dirinya lagi. Mengapa? Karena merasa enak dan nikmat.

Godaan-godaan menawarkan kepada manusia berbagai bentuk. Orang sering terkecoh oleh godaan-godaan seperti ini. Kalau orang tidak hati-hati, orang akan dikuasai oleh godaan-godaan itu. Orang bisa mati dalam situasi seperti ini. Karena itu, yang mesti dilakukan adalah orang mesti waspada dalam hidupnya. Artinya, orang mesti melihat setiap godaan dengan teliti atau cermat. Orang tidak boleh begitu saja menanggapi godaan-godaan itu sebagai sesuatu yang baik dan benar.

Orang beriman mesti senantiasa mewaspadai setiap tawaran yang datang kepadanya. Sikap kritis menjadi suatu hal yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika orang kritis terhadap situasi yang ada di sekitarnya, orang akan mampu menghadapi godaan-godaan itu dengan mantap.

Untuk itu, ketakwaan kepada Tuhan menjadi hal yang sangat penting dalam kehidupan ini. Bertakwa berarti orang mampu menempatkan dirinya di hadapan Tuhan dan sesama dengan penuh iman. Dengan demikian, hidup ini menjadi suatu kesempatan untuk merebut kebahagiaan.

Tuhan memberkati.

Keterangan foto: Yesus dicobai iblis: Ilustrasi dari lucabeato.altervista.org

Tags

RP. Frans de Sales SCJ

Imam religius anggota Kongregasi Hati Kudus Yesus (SCJ); sekarang Ketua Komisi Komsos Keuskupan Agung Palembang dan Ketua Signis Indonesia; pengelola majalah "Fiat" dan "Komunio" Keuskupan Agung Palembang.

Related Articles

One Comment

  1. iman kita akan semakin kokoh dan merasa bahagia disaat kita mampu menghadapi godaan yg selalu datang dalam keseharian kita.

instagram default popup image round
Follow Me
502k 100k 3 month ago
Share
error: Silakan share link berita ini
Close