HarianJendela Alkitab

Celakalah kamu…..(Luk 10:13-16), 3 Oktober 2014

Dikisahkan Yesus mengecam beberapa kota, Khorazim dan Betsaida karena meskipun mereka melihat tanda-tanda yang dibuat Yesus dengan berbagai penyembuhan, tidak mampu membuat mereka bertobat. Yesus membandingkan dengan kota lain, Tirus dan Sidon  yang jahat di hadapan Tuhan. Tetapi mereka masih ada kemungkinan bertobat jika Yesus melakukan mukjizat di sana. Kebebalan Israel juga nampak dengan menolak para murid yang diutus Yesus. Berhadapan dengan sikap semacam itu Yesus tidak serta merta langsung menghukum tetapi masih memperingatkan mereka agar berubah dari kebebalan hati untuk bertobat.

Jika mereka tetap pada sikapnya, maka pada saat penghakiman, saat dimana Allah akan menghakimi seluruh umat manusia, orang-orang yang tidak mentaati kehendak Allah akan mendapat hukuman. Yesus berharap agar mereka berubah; bertobat dan berkabung.

Sebagai murid-murid Kristus senantiasa kita mengalami aneka perjumpaan dengan Tuhan, dalam kerja, dalam kebersamaan dengan keluarga, sesama, dst. Dalam kacata mata iman seharusnya perjumpaan dengan Tuhan semakin membuat kita dekat. Dan kedekatan itu juga semakin membuat kita mengenal, mencintai dan tidak bisa tidak melakukan kehendakNya. Semakin kita setia melakukan kehendakNya dengan sukacita, semakin banyak orang akan merasakan nilai-nilai Kerajaan Allah.

Dalam perjumpaan dengan sesama tidak jarang kita juga melihat banyak hal baik, juga kasih Tuhan yang luar biasa. Apakah perjumpaan itu juga mampu menggerakkan hati kita untuk berubah, belajar menjadi lebih baik untuk memancarkan kasih Tuhan? Semoga!

 Keterangan foto: Yesus di Sinagoga, ilustrasi dari blog.you-ng.it

Tags

RD. Edy Prasetya

Imam diosesan (praja) Keuskupan Agung Palembang (KAP), Sumsel; Sekretaris KAP, Ketua Komisi Liturgi dan Kateketik Kitab Suci KAP.

Related Articles

instagram default popup image round
Follow Me
502k 100k 3 month ago
Share
error: Silakan share link berita ini
Close