Teladan Kita

St. Marguerite D’Youville, 23 Desember

Marguerite dilahirkan di Quebec, Kanada, pada tanggal 15 Oktober 1701. Ayahnya meninggal dunia pada tahun 1708 dan keluarganya hidup dalam kemiskinan. Sanak keluarga membayar uang sekolah untuk Marguerite di sekolah biara Ursuline di Quebec. Dua tahun yang dilewatkannya di sekolah asrama mempersiapkan Marguerite untuk dapat mengajar adik-adik lelaki dan perempuannya.

St. Marguerite D'Youville
St. Marguerite D’Youville

Marguerite seorang yang ramah dan bersahabat. Ia membantu menopang keluarga dengan menjahit dan menjual renda halus. Pada tahun 1722, Marguerite menikah dengan Francois D’Youville. Tampaknya perkawinan itu akan menghantarnya ke suatu kehidupan rumah tangga yang sungguh membahagiakan. Tetapi, dalam hitungan bulan, jati diri Francois yang sesungguhnya mulai muncul. Ia lebih menaruh minat dalam mencari uang daripada memberikan perhatian pada keluarga. Pekerjaannya adalah berdagang minuman keras secara ilegal. Ia menelantarkan Marguerite sendirian bersama kedua anaknya dan tidak mempedulikan mereka.

Francois meninggal secara mendadak pada tahun 1730 setelah delapan tahun masa perkawinan. Ia mewariskan banyak hutang yang harus dibayar Marguerite. Seorang imam yang baik hati, Pater du Lescoat, memberinya semangat. Pater mengatakan kepada Marguerite betapa Tuhan sungguh amat mengasihinya. Segera Marguerite memulai suatu karya besar bagi Tuhan. Nubuat yang pernah disampaikan kepadanya akan segera menjadi kenyataan.

Pada tanggal 21 November 1737, Marguerite D’Youville menerima seorang perempuan tunawisma yang buta. Ini menandai dimulainya suatu karya mengagumkan dalam pelayanan orang-orang miskin yang sakit di rumah-rumah sakit. Rumah-rumah sakit ini dikelola oleh para biarawati dari ordonya yang baru. Marguerite dan rekan-rekan pertamanya dikenal sebagai “Biarawati Abu-abu”, sebab jubah religius mereka berwarna abu-abu. Para biarawati ini mengambil alih rumah sakit umum di Montreal yang menghadapi kebangkrutan dan dililit banyak hutang. Orang banyak memperolok para biarawati ini. Apalah yang memangnya dapat mereka perbuat? Tetapi Moeder D’Youville dan para biarawatinya pantang putus asa. Mereka bekerja, dan membangun, dan memperbaiki. Lebih dari semua itu, mereka menyambut siapa saja yang membutuhkan pertolongan. Tak ada seorang pun yang terlalu miskin atau terlalu sakit untuk dapat datang ke rumah sakit mereka. Pada tahun 1765, suatu kebakaran melalap habis rumah sakit, tetapi Moeder D’Youville dan para biarawatinya membangun rumah sakit kembali dalam waktu empat tahun.

Kedua putera Moeder D’Youville ditahbiskan sebagai imam: Charles, pastor Boucherville, dan Francois, pastor St Ours. Pada tahun 1769, Pater Francois mengalami patah tangan. Ibundanya bergegas datang untuk merawatnya. Lima hari dilewatkannya di pastoran. Moeder D’Youville juga sama murah hatinya ketika wabah cacar menyerang. Dan selama Perang Tujuh Tahun antara Perancis dan Inggris, Moeder D’Youville menolong para prajurit dari kedua belah pihak. Ia menyembunyikan para prajurit Inggris dalam ruang-ruang gelap di gudang bawah tanah biara. Di sana para suster dengan sembunyi-sembunyi merawat mereka hingga pulih kembali. Moeder D’Youville wafat pada tanggal 23 Desember 1771. ia dimaklumkan sebagai santa oleh Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 9 Desember 1990. Ia adalah orang kudus pribumi pertama Kanada.

Marguerite dapat mengatasi aneka ragam kesulitan dalam hidupnya melalui imannya kepada Tuhan dan kemurahan hatinya kepada sesama yang membutuhkan. Bersiaplah pada hari ini untuk suatu kesempatan menolong seseorang yang membutuhkan pertolongan.

diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin Pauline Books & Media.”

RD. Kamilus Pantus

Imam diosesan (praja) Keuskupan Weetebula (Pulau Sumba, NTT); misiolog, lulusan Universitas Urbaniana Roma; berkarya sebagai Sekretaris Eksekutif Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) KWI, Juli 2013-Juli 2019

Related Articles

instagram default popup image round
Follow Me
502k 100k 3 month ago
Share
error: Silakan share link berita ini
Close