HarianJendela Alkitab

Renungan Harian: Senin, 5 Januari 2015

Bacaan I: 1Yoh.3:22-4:6, Bacaan Injil: Mat. 4:12-17. 23-25

 Renungan:

Yohanes memiliki tema favorit yang sering disampaikan kepada kita. Kata-kata favoritnya adalah ‘Bertobatlah! Kerajaan Sorga sudah dekat’. Panggilan untuk melaksanakan pertobatan ini terus disampaikannya kepada Gereja. Kali ini, dalam suratnya yang pertama, Yohanes menjelaskan bahwa hidup manusia merupakan suatu kombinasi unik antara gejolak keinginan manusiawi dan tuntutan untuk senantiasa menyelaraskannya dengan kehendak Allah. Oleh karena didesak dari dua belah pihak itu, hidup manusia harus senantiasa ada dalam proses reformasi atau pembaharuan diri secara terus-menerus.

 Saat masuk dalam upaya pembaharuan atau reformasi diri itu, tak jarang seseorang menjumpai banyak halangan dan risiko. Tentang hal ini pun, Yohanes telah memberi peringatan. “Janganlah kamu heran, saudara-saudara, apabila dunia membenci kamu,” serunya.

Peringatan tersebut memang wajar disampaikan. Kehendak dunia dan kehendak Allah senantiasa berlawanan. Sekali lagi, hidup manusia senantiasa berada dalam tegangan di antara keduanya. Oleh karena itu, Yohanes juga mengingatkan kita akan perlunya diskresi atau pembedaan Roh supaya manusia tak mudah jatuh dalam keinginan diri yang didorong kekuasaan yang bukan dari Allah. “Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia,” demikian pesannya.

 Dibutuhkan kepekaan untuk senantiasa waspada dan sadar saat hendak berpikir, berucap, dan bertindak supaya tetap selaras dengan kehendak Allah. Saat hendak mereformasi diri, kita harus memulainya dari yang paling dasar sebagaimana seseorang yang hendak membangun rumah akan terlebih dahulu membuat pondasi yang kokoh supaya bangunan di atasnya tak mudah roboh. Yang paling mendasar dari reformasi diri itu adalah relasi kita dengan Allah. Reformasi diri perlu dimulai dengan meningkatkan relasi kita dengan Allah. Kesadaran penuh bahwa diri kita tergantung dari Allah bisa membantu kita untuk selalu berkomunikasi dengan-Nya setiap saat, baik saat suka maupun duka.

Keterangan fotoPertobatan Batin, ilustrasi dari www.hidupkatolik.com

Tags

RD RF Bhanu Viktorahadi

Imam diosesan (praja) Keuskupan Bandung; sekarang menjadi staf pendidik Seminari Tinggi Fermentum Keuskupan Bandung dan dosen filsafat Universitas Katolik Parahyangan.

Related Articles

instagram default popup image round
Follow Me
502k 100k 3 month ago
Share
error: Silakan share link berita ini
Close