HarianJendela Alkitab

Renungan Harian: Sabtu, 10 Januari 2015

Bacaan I: 1Yoh. 5:14-21, Bacaan Injil: Yoh. 3:22-30

 Renungan:

Dokter Prayogo adalah seorang dokter yang hidup, melayani, dan wafat di salah satu kota kecil. Sebenarnya, sebagai seorang dokter senior, ia bisa saja memohon pindah ke tempat praktik yang lebih besar dan lebih baik. Namun, dengan kesadaran penuh ia memilih dan memutuskan tinggal di kota kecil yang sama. Di situlah ia melaksanakan pengabdiannya sebagai seorang dokter dengan melayani lebih banyak orang miskin daripada orang kaya. Dokter Prayogo bahkan tak hanya memberikan pelayanan medis. Ia pun kerap berusaha mencukupi kebutuhan lain orang-orang miskin itu. Misalnya, kebutuhan sandang, pangan, dan papan.

Klinik kecilnya terletak di jalan utama kota itu, tepat di atas sebuah toko pakaian. Sebuah plat kuningan besar melekat jalan menuju pintu kliniknya. Plat tersebut menunjukkan bahwa kantornya berada di lantai dua. Pada plat tersebut tertulis ‘Dr. Prayogo, klinik di lantai atas’. Saat dokter tua tercinta itu wafat, seseorang mengambil plat petunjuk tersebut dan meletakkannya di atas makamnya. Maksud orang tersebut, menunjukkan lokasi baru klinik dokter yang baik hati itu. Yohanes Pembaptis, layaknya Dokter Prayogo, bercita-cita hanya membuka dirinya untuk melayani orang lain alias sesamanya, terutama yang berkekurangan. Ia tak menginginkan dirinya menjadi yang nomor satu.

Dalam relasinya dengan Yesus, Yohanes senantiasa menempatkan dirinya sebagai perintis jalan. Kita mungkin tidak menganggap semangat Yohanes Pembaptis sebagai suatu panggilan yang mulia atau sebagai tantangan untuk melayani orang lain. Akan tetapi, justru hal semacam itulah yang menjadi rute menuju kekudusan. Kesempurnaan dimulai dengan menjadi hamba yang setia. Setelah itu, kita boleh berharap di kemudian hari, diundang oleh Sang  Guru untuk menghadapnya di tempat yang lebih tinggi.

Keterangan foto: Misi Gereja di Papua: Menghadirkan Sukacita dan Damai, ilustrasi dari tabloidjubi.com

Tags

RD RF Bhanu Viktorahadi

Imam diosesan (praja) Keuskupan Bandung; sekarang menjadi staf pendidik Seminari Tinggi Fermentum Keuskupan Bandung dan dosen filsafat Universitas Katolik Parahyangan.

Related Articles

instagram default popup image round
Follow Me
502k 100k 3 month ago
Share
error: Silakan share link berita ini
Close