HarianJendela Alkitab

Keangkuhan Dan Iri Hati Membatasi Karya Tuhan

PADA umumnya manusia mempunyai kecenderungan untuk sulit menerima dan mengakui seseorang yang sukses dan memiliki prestasi hebat, terlebih bila mereka mengenal latar belakang dan masa lalunya.

Yesus pun mengalami hal yang sama, Ia tidak dihargai karena Ia hanya anak seorang tukang kayu. Orang-orang Nazaret tidak percaya bahwa Yesus yang berasal dari sebuah keluarga sederhana mampu memberikan pengajaran yang luar biasa. Mereka membatasi karya Yesus dengan pikiran mereka yang sempit dan dangkal sehingga tidak satupun mukjizat diperbuatNya di sana.

Keangkuhan dan iri hati akan membutakan mata hati dan meracuni pikiran kita sedemikian rupa sehingga mampu mendorong kita untuk melakukan hal-hal yang tak terpuji, seperti menolak, meremehkan, selalu mencari semua kekurangan dan kesalahan yang dimiliki seseorang.

Sadari bahwa Tuhan kerap menggunakan orang di sekitar kita sebagai perpanjangan tanganNya untuk menolong atau menegur kita. Jangan sampai kita kehilangan berkatNya hanya karena kita menolak dan menghakimi seseorang berdasarkan penampilan fisik mereka semata. Mari menjadi orang yang rendah hati, belajar berpikir positif dan bersedia untuk menerima serta menghargai sesama apa adanya.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Tags

Veronica Hendrajati Angkatirta

Alumnus Fakultas Elektro ITB dan pernah lama bekerja di IBM Indonesia; umat Paroki St. Yakobus Kelapa Gading, Jakarta Utara dan Wakil Koordinator Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini; senang merangkai kata-kata renungan yang menjadi 'kata hati' untuk satu hari (thoughts of the day).

Related Articles

instagram default popup image round
Follow Me
502k 100k 3 month ago
Share
error: Silakan share link berita ini
Close