HarianJendela Alkitab

Oase Kehidupan, Sabtu: 29 Agustus 2015 | Yer 1:17-19|Mz 70:1-4a.5-6b.15.17|Mrk 6:17-29|Masa Biasa Pekan 21|Wafatnya St. Yohanes Pembabtis|

“Aku mau supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembabtis” MENGUBAH diri sendiri adalah cara paling efektif untuk mengubah ‘dunia.’ Seorang bapa katakan, ‘untuk memutus rantai judi orangtua harus berhenti berjudi di mata anak-anak.’ Tanpa itu dan dengan alasan apapun untuk tetap berjudi sampai kapanpun rantai budaya itu tidak akan putus. Tidak heran, rantai kekerasan dan problem lain di balik kekerasan tidak akan putus jika orangtua dengan tahu dan mau melibatkan anak-anak.  Putri Herodias  benar-benar melawan suara hatinya untuk membela kehidupan. Sambil membawa kepala Yohanes di atas sebuah talam, ia tahu, Herodias, ibunya sedang membenci Yohanes pembabtis. Kepala Sang Nabi di tangan anak itu terus menggugat nurani setiap orang untuk membela yang benar.  Untuk memutus rantai  dendam, kekerasan dan problem moralitas di dalamnya perlu keberanian. Hanya pengalaman akan kasih setia Tuhan menjadi senjata pamungkas. Tuhan akan membuat kita kuat seperti “tiang besi dan tembok tembaga” (bdk Yer 1:18)  Sejauhmana firman Tuhan sendiri mengubah hidup anda dan keluargamu karena mengalami keadilan dan keselamatan yang tiada batasnya dari Tuhan? Selamat pagi. Tuhan memberkati.*** ( Penulis adalah Imam Katolik, Kuskupan Larantuka )

 

Tags

RD. Anton Prakum

Dithabiskan menjadi Imam pada 9 Juni 1991 di Mulankera, Lembata, Guru dan pembina para calon imam di Seminari San Dominggo Hokeng tahun 1994-2003, saat ini bertugas sebagai Pastor Paroki Sta Bernadete Soubirous Pukaona Keuskupan Larantuka. Menjadi kontributor pada Majalah Hidup dan beberapa media lokal di NTT.

Related Articles

instagram default popup image round
Follow Me
502k 100k 3 month ago
Share
error: Silakan share link berita ini
Close