HarianJendela Alkitab

Renungan Harian : Sabtu, 31 Oktober 2015

Rom 11:1-2,11-12,25-29;

Luk 14:1,7-11

SEMUA DITERIMA

Sdr…

DALAM masyarakat feodal, ada kebiasaan membagi-bagi atau mengelompokkan manusia dan  masyarakat atas kelas-kelas: ada kelas atas, kelas menengah, dan kelas bawah. Pembagian dan pengelompokan ini sekaligus menentukan status sosial yang berbeda-beda, dengan hak dan kewajiban yang berbeda-beda pula. Umumnya kelas atas memiliki hak yang lebih besar daripada kelas menengah, dan seterusnya. Sebaliknya, kelas bawah umumnya memiliki kewajiban yang lebih besar daripada kelas menengah dan seterusnya. Juga ada kecenderungan di mana kelas atas memandang mereka yang di bawahnya sebagai yang lebih rendah harkat dan martabatnya. Bahkan dalam tradisi dan budaya tertentu, ada kelas atau kelompok masyarakat yang dianggap sangat rendah martabatnya, dan dijadikan sebagai budak, tanpa hak apapun.

Sdr…Sesungguhnya tradisi dalam masyarakat feodal ini bertentangan dengan rencana dan kehendak Allah sejak semula atas manusia sebagai  mahkota segala ciptaan, justru karena manusia diciptakan secara istimewa, seturut gambar dan rupa Allah sendiri. Sebagai gambar dan rupa Allah, semua manusia memiliki harkat dan martabat yang sama, sebagai anak-anak Allah, yang sama-sama diterima dan dikasihi Allah, tanpa pembedaan apapun. Karena itu juga, Allah menghendaki, agar manusia saling menghormati dan menerima satu sama lain sebagai saudara dan saudari yang sederajat dan semartabat. Konsekuensinya, “barangsiapa meninggikan dirinya, ia akan direndahkan; dan barangsiapa merendahkan dirinya, ia akan ditinggikan” (Bdk. Luk 14:11). Hal ini berarti bahwa Allah membenci segala kecenderungan dan sikap manusia yang suka anggap diri atau kelompoknya sendiri lebih tinggi, lebih hebat dan lebih terhormat dari orang atau kelompok lain. Dasarnya ialah karena semua manusia, termasuk Israel sebagai bangsa pilihanNya sendiri, sebenarnya tidak layak di mata Allah karena segala cacad-cela dan dosanya, namun toh tetap diterima dan dicintai Allah, sebagaimana juga bangsa-bangsa lain. Kebenaran ini diafirmasi Paulus ketika ia mengatakan, “Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: sebagian dari Israel telah menjadi tegar, sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk” (Rom 11:25). Dengan warta suci ini, hendaknya kita pun belajar menerima, menghormati,dan menghargai semua orang dan kelompok lain sebagai saudara dan saudari yang sama-sama diterima dan dikasihi Allah, tanpa tendensi menganggap diri dan kelompok sendiri sebagai yang paling hebat, paling tinggi, dan paling benar. Semoga!!!

 

Kredit Foto: Ilustrasi (Ist)

 

Tags

RD. Roni Pakaenoni

RD. Hironimus Pakaenoni adalah imam diosesan Keuskupan Agung Kupang. Saat ini bertugas sebagai dosen Fakultas Filsafat Agama UNWIRA Kupang dan pembina para frater Seminari Tinggi st. Mikhael Kupang.

Related Articles

instagram default popup image round
Follow Me
502k 100k 3 month ago
Share
error: Silakan share link berita ini
Close