HarianJendela Alkitab

Renungan Harian│Jumat, 22 Januari 2016Hari Biasa (H)│ 1Sam.24:3-21; Mrk.3:13-19│

ORANG Indonesia dikenal suka kumpul-kumpul alias membentuk paguyuban. Banyak paguyuban didirikan atau terbentuk, baik yang bersifat temporal sesaat seperti panitia tujuhbelasan atau bencana, maupun yang bersifat permanen dalam kurun waktu yang lama. Misalnya, partai politik atau organisasi masyarakat. Semua paguyuban itu, terutama yang bersifat permanen tentu harus diperkuat dengan visi, misi, dan tujuan tertentu. Jika tidak, paguyuban tersebut niscaya akan berjalan tanpa orientasi yang jelas.

Saat memanggil para murid-Nya, Yesus pun membentuk semacam panitia kecil untuk melaksanakan mega proyek karya keselamatan-Nya bagi umat manusia. Dua belas orang dipilih-Nya untuk mengikuti dan menjadi murid-murid-Nya. Mereka kemudian disebut para Rasul. Kedua belas Rasul ini pada perkembangannya menjadi cikal bakal jemaat atau Gereja yang merupakan paguyuban awal orang-orang yang terpanggil dalam iman akan Kristus. Mereka sekaligus menjadi pondasi bagi bangunan iman Gereja yang kini beranggotakan lebih dari satu miliar orang.

Akan tetapi, untuk membentuk sebuah tim inti yang baik dan yang bekerja secara efektif, diperlukan suatu proses seleksi yang ketat. Oleh karena itu, Yesus tak memilih semua dan sembarang orang menjadi rasul-Nya. Yesus menyeleksi orang-orang yang sungguh terpilih, yang sesuai menurut pandangan-Nya. Seleksi ini diperlukan untuk menjamin adanya kualitas dalam kelompok atau paguyuban tersebut. Tak ada kualitas tanpa adanya seleksi yang akurat dalam segala aspek kehidupan.

Dalam hal ini, kita patut bersyukur karena setelah sekian lama peziarahan Gereja dari zaman ke zaman, seperti para Rasul, kita termasuk menjadi orang-orang yang dipilih Allah menjadi murid-murid-Nya. Kita dipanggil untuk mengambil bagian dalam paguyuban atas dasar iman akan Kristus, Sang Mesias. Supaya paguyuban dan kita sebagai anggotanya terus-menerus bisa mengikuti arah yang ditunjukkan Sang Guru, diperlukan kesetiaan dan konsistensi pada visi, misi, dan tujuan yang telah ditunjukkan Yesus. Kita diajak menjadi penyalur-penyalur karya keselamatan-Nya untuk semakin banyak orang dengan terutama menggunakan senjata kasih. Sudahkah kita menjadi anggota paguyuban yang setia dan konsisten pada visi, misi, dan tujuan yang ditetapkan Yesus?***

 

Kredit Foto:Orang Indonesia dikenal suka berkumpul,akarpucuk.blogspot.com: Ilustrasi (Ist)

Tags

RD RF Bhanu Viktorahadi

Imam diosesan (praja) Keuskupan Bandung; sekarang menjadi staf pendidik Seminari Tinggi Fermentum Keuskupan Bandung dan dosen filsafat Universitas Katolik Parahyangan.

Related Articles

instagram default popup image round
Follow Me
502k 100k 3 month ago
Share
error: Silakan share link berita ini
Close