KOMSOS KWI

Hans Kolopaking: Gaet Orang Muda, Komsos Pakai Pendekatan “Dari Orang Muda untuk Orang Muda”

PURWOKERTO – Menghidupkan dan mempertahankan selera orang muda dalam kegiatan pelatihan jurnalistik memang gampang-gampang susah. Butuh pendekatan khusus sehingga  orang muda tetap antusias dan mudah memahami materi dari narasumber.

Peserta pelatihan jurnalistik asal Paroki Sidoreja,Keuskupan Purwokerto, Yohanes Nataluky Kolopaking (37), menuturkan Komsos perlu menghadirkan narasumber yang masih mudah atau setidaknya berjiwa muda, sehingga minat dan semangat peserta dapat dibangun. “Kemarin Saya  begitu antusias dan cepat memahami materi yang disampaikan oleh kedua narasumber pelatihan jurnalistik,” kata Hans, mengenang kembali acara pembukaan dan pemaparan materi menulis berita dan feature, sabtu (13/2) di Rumah Ret-Ret Hening Griya, Purwokerto.

Ditambahkannya, peserta lain juga punya kesan yang sama. Menurutnya, baru kali ini narasumber tidak sekedar mendikte peserta. “Tentu saja, masukan seperti itu tidak berarti komsos tidak perlu menghadirkan lagi narasumber yang sudah berusia tua,” kata pria dengan tinggi badan 178 cm.

Pengusaha digital photo di Jl. Ahmad Yani No.50 Kulone Pasar Karna, Sidareja, Kabupaten Cilacap itu mengaku pendekatan  dari orang muda untuk orang muda sudah ia terapkan dalam manajemen bisnisnya. “Kami tak hanya memperhitungkan berapa besar keuntungan yang didapat, tetapi juga berapa banyak orang muda yang kami jangkau,” katanya.

Ia mengungkapkan dalam setiap lima tahun sekali perusahaannya melakukan perekrutan staf baru dari orang-orang muda yang punya skil dan kepekaan membaca kebutuhan konsumen khususnya dari kalangan muda. “Hasilnya, memuaskan!,” ungkap bapak dua anak ini.

Menanggapi harapan para kader jurnalistik tersebut, Romo Teguh mengatakan sejauh ini pihak Komsos Keuskupan Purwokerto sudah membuat kategorisasi bagi peserta yang terdiri dari kelompok usia Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas, kelompok OMK Keuskupan dan Kelompok Orang Dewasa. “Kategorisasi kelompok peserta seperti itu dimaksud agar Panitia dapat menyiapkan narasumber yang tepat dengan skil dan pengalaman yang dapat membantu peserta cepat tanggap,” ujar Romo Teguh.

 

=========

Kredit Foto: Hans Kolopaking bersama isteri dan anak-anaknya, Foto:Hans Digital Photo

 

Tags

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Related Articles

One Comment

  1. Kami sangat senang mendengarkan cerita teman-teman dari peserta Paroki Sidareja, kami (Red_Admin Paroki Sidareja), waktu mendapat undangan beberapa bulan sebelumnya/(sekitar des awal) telah memberi woro-woro kabar baik. Di beberapa comnet serayu, beberapa paroki tidak menanggapi tawaran pelatihan itu. Kami mencoba membidik / menawarkan kepada personal yg berjiwa jurnalis, selain komsos paroki. Waktu itu yang mau berangkat justru melebihi kuota (2 orang), akhirnya Romo Paroki n(Mo Wid.) nego dg Romo Teguh waktu pertemuan di Cilacap, dan bisa lebih dr 2. Ada 5 orang sedianya yg akan berangkat, namun 1 orang berhalangan “tumbrukan dg tugas lain yg waktunya bersamaan”. Kami sangat senang (Red_warta paroki” bila akhirnya teman-teman yg ikut pelatihan bisa memberikan sesuatu yang tentunya akan sangat berarti bagi gereja (paling tidak tidak untuk parokinya sendiri). Minggu depan, 21 feb 2016, kami mendapat info dari teman-teman akan mulai menindak lanjuti hasil pelatihan di HG 13-14 feb 2016. Semoga bibit yang mulai tumbuh… bisa berkembang dan memberi dampak luas kepada seluruh umat paroki dan KP, tentunya. Selamat Rm Teguh dkk, tentunya step-step lanjutan, akan dinantikan, oleh teman-teman.
    (admin_paroki_sidareja)

instagram default popup image round
Follow Me
502k 100k 3 month ago
Share
error: Silakan share link berita ini
Close