KOMSOS KWI

Artikel Populer Versus Artikel Ilmiah

“KAUM akademisi cenderung belajar banyak teori, tapi kurang praktik. Sedangkan praktisi punya banyak jam praktik, tapi kurang teori. Kalau kaum pelajar, kurang dua-duanya,” kata Budi Sutejo disambut tawa peserta pelatihan.

Untuk bisa menulis, harus banyak membaca. Setelah berlatih menulis tulisan fakta, feature, opini, puisi, peserta diajak untuk menggali artikel populer. Menulis artikel populer berbeda dengan menulis artikel ilmiah.

Budi Sutejo menjelaskan beberapa perbedaan, pertama adalah gaya bahasa penulisan. “Artikel populer menggunakan bahasa sehari-hari yang dapat dimengerti lebih banyak orang,” ujarnya.

Artikel populer bersifat semi ilmiah, yang berarti ada kutipan atau istilah terbatas tanpa catatan kaki. Alur menulisnya pun cenderung lebih fleksibel dan tidak menyajikan rumus-rumus. “Rumus harus ditulis dalam bentuk kalimat,” kata Budi. Dibanding dengan artikel populer, artikel ilmiah punya struktur yang baku dan struktur yang lebih kompleks.

Baik artikel populer atau pun ilmiah, Budi mengingatkan para peserta pelatihan untuk menghindari mengutip tanpa menyertakan nama atau judul bukunya. “Itu plagiat, dan ada hukuman ilmiahnya. Gelar akademik seseorang bisa dicabut bila melakukan plagiat,” tukas Budi.

“Tidak perlu malu untuk menyertakan nama dalam kutipan, takut dianggap tidak pandai. Justru begitulah yang ilmiah dan benar,” jelasnya.

Tags

Kevin Sanly Putera

Jurnalis lepas, videografer, trainer, Tim Komsos KWI

Related Articles

instagram default popup image round
Follow Me
502k 100k 3 month ago
Share
error: Silakan share link berita ini
Close