Teladan Kita

9 Maret, St. Dominikus Savio

SEJAK usia kecil, Dominikus telah memutuskan rencana seluruh hidupnya: menjadi Kristen sejati. Impian ini diperkuat setelah ia mendengar kotbah St. Yohanes Don Bosco: ia memutuskan ingin menjadi seorang santo. Dari situ, hidupnya penuh dengan cinta kasih dan kemurahan terhadap sesamanya.

Suatu hari, dua anak di sekolahnya pernah mengisi kompor sekolah dengan salju dan sampah. Sekembali gurunya, mereka menuduh Dominikus atas perbuatan itu. Ia dihukum di depan kelas, dan diam tanpa menyatakan bahwa ia tidak bersalah. Saat ketahuan, ia ditanya kenapa tidak mengaku bahwa ia tidak melakukannya. Dominikus menekankan bahwa ia sedang mengikuti Yesus Kristus, yang juga diam ketika penghukuman dan penyaliban-Nya.

Di usia 15 tahun, ia menderita sakit keras sehingga harus dikirim pulang. Penyakitnya malah tambah parah. Setelah menerima Hosti Kudus, tanpa rasa takut akan kematian, ia meninggal -dengan rasa syukur karena akan masuk surga. St. Dominikus Savio adalah pelindung anak lelaki paduan suara dan orang yang salah dakwa

sumber: disadur dari catholic.org dan santibeati.it

kredit gambar: stdominiclko.info

Tags

Kevin Sanly Putera

Jurnalis lepas, videografer, trainer, Tim Komsos KWI

Related Articles

instagram default popup image round
Follow Me
502k 100k 3 month ago
Share
error: Silakan share link berita ini
Close