HarianJendela Alkitab

Renungan Harian│ Kamis 31 Maret 2016 │Oktaf Paskah (P) │St. Benyamin │Kis 3:11-25; Luk. 24:35-46│

 

Luk 24:35 Lalu kedua orang itupun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.
Luk 24:36 Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: “Damai sejahtera bagi kamu!”
Luk 24:37 Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu.
Luk 24:38 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu?
Luk 24:39 Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku.”
Luk 24:40 Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka.
Luk 24:41 Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: “Adakah padamu makanan di sini?”
Luk 24:42 Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng.
Luk 24:43 Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka.
Luk 24:44 Ia berkata kepada mereka: “Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur.”
Luk 24:45 Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.
Luk 24:46 Kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga,
Luk 24:47 dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.
Luk 24:48 Kamu adalah saksi dari semuanya ini.

 

Renungan

Mengakui kebangkitan Tuhan memang tidak mudah. Apalagi mempercayainya. Para murid Yesus pun masih ragu-ragu akan peristiwa suci itu. Sudah beberapa penampakan Yesus yang bangkit kepada murid-murid-Nya, namun mereka masih saja sangsi akan hal itu. Dalam keragu-raguan, Yesus sendirilah yang meyakinkan para murid, bahwa diri-Nya sudah bangkit.

Kepercayaan para murid akan Yesus yang bangkit membawa serta kegembiraaan dan kedamaian. Damai sejahtera yang Kristus berikan kepada murid-murif-Nya sungguh-sungguh mereka rasakan. Maka tiada pilihan lain bagi mereka kecuali ada bersama-sama dengan Yesus. Kepenuhan hidup atau keselamatant terjadi karena Kirstus beserta mereka.

Tampak bahwa kepercayaan akan Yesus yang bangkit itu tidak hanya soal menerima dengan akal budi. Bukan soal bukti atau argumentasi logis. Kepercayaan berarti penyerahaan diri secara total kepada Tuhan. Kita mempercayakan diri seutuhnya kepada-Nya.

Selanjutnya, iman kepercayaan itu harus dibuktikan dalam hidup. Kepercayaan akan Yesus yang bakit memanggil orang beriman untuk mewartakan damai sejahtera-Nya. Petrus, sebagai contoh, karena imannya ia membawa damai sejahtera pada si lumpuh. Bagaimana dengan kita?

Ya Tuhan, bantulah aku untuk semakin percaya akan misteri kebangkitan-Mu agar aku mampu merasakan damai sejahtera-Mu dan membagikannya kepada sesama. Amin

Renungan

Mengakui kebangkitan Tuhan memang tidak mudah. Apalagi mempercayainya. Para murid Yesus pun masih ragu-ragu akan peristiwa suci itu. Sudah beberapa penampakan Yesus yang bangkit kepada murid-murid-Nya, namun mereka masih saja sangsi akan hal itu. Dalam keragu-raguan, Yesus sendirilah yang meyakinkan para murid, bahwa diri-Nya sudah bangkit.

Kepercayaan para murid akan Yesus yang bangkit membawa serta kegembiraaan dan kedamaian. Damai sejahtera yang Kristus berikan kepada murid-murif-Nya sungguh-sungguh mereka rasakan. Maka tiada pilihan lain bagi mereka kecuali ada bersama-sama dengan Yesus. Kepenuhan hidup atau keselamatant terjadi karena Kirstus beserta mereka.

Tampak bahwa kepercayaan akan Yesus yang bangkit itu tidak hanya soal menerima dengan akal budi. Bukan soal bukti atau argumentasi logis. Kepercayaan berarti penyerahaan diri secara total kepada Tuhan. Kita mempercayakan diri seutuhnya kepada-Nya.

Selanjutnya, iman kepercayaan itu harus dibuktikan dalam hidup. Kepercayaan akan Yesus yang bakit memanggil orang beriman untuk mewartakan damai sejahtera-Nya. Petrus, sebagai contoh, karena imannya ia membawa damai sejahtera pada si lumpuh. Bagaimana dengan kita?

Ya Tuhan, bantulah aku untuk semakin percaya akan misteri kebangkitan-Mu agar aku mampu merasakan damai sejahtera-Mu dan membagikannya kepada sesama. Amin

=============

Sumber : Ziarah Batin 2016

Kredit Foto:

Tags

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Related Articles

instagram default popup image round
Follow Me
502k 100k 3 month ago
Share
error: Silakan share link berita ini
Close