DOA BREVIRJUMATSORE

01 April 2016│ Oktaf Paskah (P) │St. Hugo; B. Nonius Alvares Pareira │Ibadat Sore│

PEMBUKAAN

P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.

U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.

Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

MADAH

Yesus Engkau menganjurkan

Supaya kami bertahan

Dalam pantang dan puasa

Agar slamat sejahtera.

Dampingilah para umat

Yang kini ingin bertobat

Ampunilah dosa kami

Yang sungguh kami sesali.

Bersihkanlah hati kami

Di masa prapaska ini

Agar pantas merayakan

Hari kebangkitan Tuhan.

Ya Tritunggal mahasuci

Trimalah pujian kami

Yang kami lambungkan ini

Dengan ikhlas penuh bakti. Amin.

PENDARASAN MAZMUR

Antifon

Perhatikanlah, hai segenap bangsa, dan pandanglah kesusahanku.

Mazmur 115 (116B)

Aku tetap percaya, sekalipun aku berkata:*

“Aku ini sangat tertindas”;

sekalipun aku berkata dalam kebingunganku:*

“Semua orang penipu.”

Bagaimana akan kubalas,*

segala kebaikan Tuhan terhadapku?

Aku mengangkat piala untuk merayakan keselamatan,*

sambil menyerukan nama Tuhan.

Aku akan menepati nadarku kepada Tuhan,*

di depan seluruh umatNya.

Sungguh berhargalah di hadapan Tuhan,*

kematian para kekasihNya.

Ya Tuhan, aku hambaMu, aku anak sahayaMu,*

Engkau telah melepaskan belengguku.

Aku mempersembahkan kurban syukur kepadamu,*

sambil menyerukan nama Tuhan.

Aku akan menepati nadarku kepada Tuhan,*

di depan seluruh umatNya,

di pelataran rumah Tuhan,*

di tengah kota Yerusalem.

Kemuliaan  kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.

Seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Perhatikanlah, hai segenap bangsa, dan pandanglah kesusahanku.

Antifon

Semangatku lemah lesu di dalam diriku, hatiku tertegun di dalam tubuhku.

Mazmur 142 (143),1-11

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku,*

perhatikanlah permohonanku.

Demi kesetiaanMu jawablah aku,*

kabulkanlah doaku demi keadilanMu.

Janganlah mengajukan daku ke pengadilanMu,*

karena tak seorangpun dapat dibenarkan di hadapanMu.

Sebab musuh mengejar aku,*

dan mencampakkan nyawaku ke alam maut.

Ia menjebloskan daku ke dalam kegelapan,*

tiada bedanya aku dengan orang mati.

Semangatku lemah lesu dalam batinku,*

hatiku membeku dalam diriku.

Maka teringatlah aku akan masa lampau,+

aku mengenangkan segala karyaMu,*

dan merenungkan perbuatan tanganMu.

Aku menadahkan tanganku kepadaMu,*

aku haus akan Dikau bagaikan tanah yang tandus.

Ya Tuhan, datanglah segera dan jawablah aku,*

sebab habislah semangatku, ya Allah.

Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku,*

jangan sampai aku turun ke liang kubur.

Semoga aku mengalami kasih setiaMu di waktu fajar,*

sebab kepadaMu aku percaya.

Tunjukkanlah jalan yang harus kutempuh,*

sebab kepadaMu kuarahkan hatiku.

Bebaskanlah aku dari musuh, ya Tuhan,*

sebab padaMu aku berteduh.

Ajarlah aku melaksanakan kehendakMu,*

sebab Engkaulah Allahku.

Semoga kebaikan hatiMu menuntun daku,*

di jalan yang rata.

Demi namaMu, ya Tuhan, hidupkanlah aku,*

demi keadilanMu bebaskanlah aku dari musuh.

Kemuliaan  kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.

Seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Semangatku lemah lesu di dalam diriku, hatiku tertegun di dalam tubuhku.

Antifon

Sesudah Yesus mencicip cuka, Ia berkata: Selesailah sudah. Lalu Ia menundukkan kepala dan menyerahkan rohNya.

Flp 2,6-11

Meskipun berwujud Allah,+

Kristus Yesus tidak mau berpegang teguh,*

pada kemuliaanNya yang setara dengan Allah.

Ia telah menghampakan diri,+

dengan mengambil keadaan hamba,*

dan menjadi sama dengan manusia.

Ia kelihatan sebagai seorang manusia dan merendahkan diri,+

karena taat sampai mati,*

sampai mati di salib.

Sebab itu Allah telah meninggikan Dia,+

dan menganugerahkan kepadaNya,*

nama yang melebihi segala nama.

Agar dalam nama Yesus,+

bertekuklah setiap lutut,*

di surga tinggi, di bumi dan di bawah bumi.

Agar setiap lidah mengakui,+

untuk kemuliaan Allah Bapa:*

Tuhanlah Yesus Kristus.

Kemuliaan  kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.

Seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Sesudah Yesus mencicip cuka, Ia berkata: Selesailah sudah. Lalu Ia menundukkan kepala dan menyerahkan rohNya.

BACAAN SINGKAT

(1 Ptr 2,21-24)

Kristus menderita untuk kamu dan meninggalkan teladan bagimu, agar kamu mengikutu jejakNya. Ia tidak berbuat dosa ataupun berkata bohong. Ketika dinista, Ia tidak membalas dengan nista; ketika menderita ia tidak mengancam, tetapi Ia membiarkan diriNya dihakimi dengan tidak adil. Pada tubuhNya Ia memikul dosa-dosa kita di kayu salib, agar kita mati terhadap dosa, lalu hidup untuk berbuat baik. Oleh luka-luka Kristus kamu disembuhkan.

LAGU SINGKAT

Antifon: Kristus taat untuk kita sampai wafat, sampai wafat di salib.

Antifon Kidung

Ketika kita masih orang berdosa, hubungan kita dengan Allah dipulihkan berkat kematian Kristus.

KIDUNG MARIA

(Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*

hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*

hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*

oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*

kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*

kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*

dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*

yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*

orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*

Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*

untuk selama-lamanya.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.

Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon Kidung

Ketika kita masih orang berdosa, hubungan kita dengan Allah dipulihkan berkat kematian Kristus.

DOA PERMOHONAN

Penyelamat umat manusia telah menghancurkan kematian dengan wafatNya dan memulihkan kehidupan dengan kebangkitanNya. Marilah kita menyembah Dia dan mohon dengan rendah hati:

U: Sucikan umat yang Kautebus dengan darahMu.

P: Ya Penyelamat kami, semoga kami bertobat dan semakin menyatukan diri dengan penderitaanMu,* agar kami juga menikmati kemuliaan kebangkitanMu.

U: Sucikan umat yang Kautebus dengan darahMu.

P: Semoga kami dilindungi oleh bundaMu, penghibur orang yang berdukacita,* sehingga kami dapat menghibur orang yang bersusah hati.

U: Sucikan umat yang Kautebus dengan darahMu.

P: Semoga kaum beriman menghadapi kesukaran hidup sebagai kesempatan untuk mengambil bagian dalam sengsaraMu,* sehingga dalam diri mereka nampak penyelamatanMu.

U: Sucikan umat yang Kautebus dengan darahMu.

P: Engkau telah merendahkan diri dengan menjadi taat sampai mati, bahkan sampai mati di salib,* berilah ketaatan dan kesabaran kepada para abdiMu.

U: Sucikan umat yang Kautebus dengan darahMu.

P: Kurniakanlah kemuliaan tubuhMu sendiri kepada orang-orang yang telah meninggal,* dan masukkanlah kami juga kelak dalam bilangan mereka.

U: Sucikan umat yang Kautebus dengan darahMu.

BAPA KAMI

Bapa kami yang ada di surga,

dimuliakanlah namaMu.

Datanglah kerajaanMu.

Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada hari hari ini.

Dan ampunilah kesalahan kami,

seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.

Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan,

Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin

DOA PENUTUP

Bapa, sudilah memandang dengan rela keluargaMu ini. Sebab demi keselamatan kami Tuhan kami Yesus Kristus tidak ragu-ragu menyerahkan diri ke tangan kaum penjahat dan menderita siksaan salib.

Dialah PuteraMu dan    pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

PENUTUP

P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita kehidup yang kekal.

U: Amin.

=======

Sumber: Buku Ibadat Harian Ofisi Menurut Ritus Roma Diterbitkan Oleh PWI-Liturgi, 1995, Penerbit Nusa Indah Ende.

Tags

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Related Articles

instagram default popup image round
Follow Me
502k 100k 3 month ago
Share
error: Silakan share link berita ini
Close