HarianJendela Alkitab

Kerjasama Itu Penting (Siraman Rohani, Selasa:20/12/2016)

Saudara-saudari…

SEORANG Pastor Paroki di salah satu keuskupan punya ide cemerlang mau tingkatkan kesadaran iman umat dan juga pertumbuhan ekonomi di parokinya. Sesudah dua tahun bekerja di paroki, dia pelan-pelan mendiskusikan pikiran cemerlangnya dengan anggota dewan paroki dan juga setiap kali dia kunjungi umat basis. Umat sangat entusias mendengar idenya dan siap bekerja sama dengan pastor untuk mewujudkan ide itu dalam parokinya. Pertama soal pendalaman rohani, tingkatkan semangat membaca Kitab Suci dan doa dalam kelompok; kedua pastor mengundang beberapa bapa dan ibu untuk membuat kebun contoh di parokinya. Bagaimana membuat terasering yang sesuai dengan kondisi tanah/topologi setempat, lalu ditanami ubi-ubiandansayur-sayuran. Hasilnyasangatmemuaskan. Dari melihat contoh ini banyak petani yang meniru contoh ini, dan kini hampir semua lahan pertanian mereka mengikuti cara yang sudah dibuat itu. Pastor juga meminta para petani agar setiap kali ada misa kalau tidak ada uang untuk kolekte bisa bawa hasil kebun, ubi, sayur dan pisang, sebagai bahan persembahan dan nantinya pastor akan menjual bahan persembahan itu dan hasil jualan akan diumumkan sebagai hasil kolekte. Kerjasama yang baik antara umat dan imam turut mempengaruhi atmosfir kehidupan paroki. Paroki jadinya sangat hidup dan keakraban antara mereka sangat kuat. Dengan ini kita boleh katakan bahwa kerjasama itu sangat penting. Kita boleh memiliki ide-ide yang cemerlang tetapi kalau tidak ada kerjasama maka semua ide cemerlang itu tidak ada gunanya.

Saudara-saudari…. Hari ini kita mendengar Malaikat Gabriel datang mengunjungi Maria. Malaikat memberi salam kepada Maria: “Salam hai engkau yang dikarunia, Tuhan menyertai engkau.” Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya dalam hatinya, apakah arti salam itu? Kata Malaikat kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia, Yesus. …”Mendengar pemberitahuan Malaikat itu Maria bingung. Karena itu dia berkata kepada Malaikat: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?”Pikiran Maria langsung kepada hukum alam, bahwa seorang wanita bisa mengandung kalau hidup bersama seorang suami. Kemudian Malaikat meneguhkan dia, katanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menanungi engkau, sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.” Karena Maria adalah seorang wanita yang beribadat dan beriman teguh pada Tuhan, maka dia pasrahkan semuanya kepada kehendak Tuhan. Maria percaya bahwa semuanya pasti akan terjadi sesuai dengan rencana Tuhan. Karena itu dia ungkapkan kepercayaannya kepada Malaikat Tuhan, katanya: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”Ini satu ungkapan iman yang sangat luar biasa. Maria menerima tawaran Tuhan untuk menjadi Bunda Kristus. Maria siap bekerjasama dengan Tuhan untuk mengandung Anak Tuhan. Kesediaan Maria untuk bekerjasama dengan Tuhan, maka inisiatip Allah untuk menyelamatkan manusia bisa terjadi. Kalau saja Maria tidak mau bekerjasama dengan Tuhan, dan tidak mau menerima tawaran Allah untuk menjadi Bunda Tuhan, apakah keselamatan yang ditawarkan Tuhan itu bisa terlaksana? Kita bersyukur karena Maria siap bekerjasama dengan Tuhan dan menerima tawaran itu dengan sepenuh hati. Yang sangat luar biasa dari sikap Maria adalah ia menempatkan dirinya sebagai hamba Tuhan. Menjadi hamba berarti menjadi seorang yang hanya punya tugas untuk mengerjakan pekerjaan dan tidak punya hak untuk menolak. Maria pasrah secara total kepada Allah dan membiarkan dirinya dikuasai Allah. Dengan kerendah hatiannya, Maria nyambung dengan kehendak Tuhan sehingga terselenggaralah karya keselamatan. Allah tahu apa yang terbaik bagi keselamatan manusia dan olehkarenanya keterlibatan yang lahir dari kerendahan hati Maria yang taat menjadi jawaban terbaik bagi kehendak Tuhan.

Saudara-saudari….

Komunikasi kita dengan Allah dan juga dengan sesama sudah seharusnya mengikuti cara Bunda Maria. Inisitiap dari orang yang berpikir cemerlang untuk membangun kehidupan kita seharusnya disambut dengan penuh entusias dan rendah hati. Aktip dan partisipatip menanggapi tawaran ide yang menyelamatkan dan membangun sangat berguna bagi kehidupan kita. Sebaliknya, menolak tawaran itu berarti keselamatan dan perubahan tidak akan terjadi.

Marilah saudara-saudari…

Kita berdoa semoga sikap sombong, egois, suka menuntut dan mau ikut pikiran sendiri dan mengabaikan pikiran orang lain dijauhkan dari kita. Karena sikap-sikap negatip seperti inilah yang akan menjadi penghalang keselamatan dan pembaruan dalam hidup kita.

Kita memohon Bunda Maria untuk mendoakan kita.

 

Kredit Foto: Ilustrasi (Ist)

 

Tags

Pastor Fredy Jehadin SVD

Misionaris SVD yang berkarya di Papua New Guinea. Bertugas sebagai pembina para frater SVD dan mengajar di Catholic Theological Institute di Bomana Port Moresby dan mengajar di Xavier Institute untuk para suster dan bruder yang mau menyiapkan diri untuk mengikrarkan kaul-kaul kekal, dan membantu mereka yang bekerja di lembaga pembinaan para religious di Papua New Guinea.

Related Articles

instagram default popup image round
Follow Me
502k 100k 3 month ago
Share
error: Silakan share link berita ini
Close