HarianJendela Alkitab

Renungan Harian, Rabu: 12 April 2017 ( Mat. 26:14-25)

endengar berita kriminal kadang kita tak bisa mengerti bagaimana orang bisa tega berbuat seperti itu. Kita juga sering tak bisa mengerti bagaimana pejabat atau wakil rakyat yang sudah jelas korupsi masih bisa tertawa, dan mencari pengacara yang paling mahal untuk membela dia. Tetapi kita tak usah heran, kalau orang sudah terlalu biasa mengikuti ambisinya sendiri dan menggunakan segala cara, dia tak lagi peka akan suara hati nuraninya sendiri. Itulah juga yang trerjadi pada Yudas.

Jika tidak waspada, kita pun bisa terseret seperti Yudas. Kita tidak, sadar bahwa telah sekian lama kita menjadi sumber rasa tidak damai dalam rumah tangga atau komunitas kita dengan kata-kata atau perilaku kita yang kejam. Kita tidak merasa berdosa ketika sering kali kita tidak jujur dan adil dalam hidup kita. Tanpa sadar kita menggunakan “ukuran dunia“ dengan mengatakan saya masih lumayan, saya nggak sejahat itulah.

Namun, untuk mengikuti Yesus kita tidak boleh mengikuti ukuran dunia. Dan untuk tidak hanyut dalam semangat dunia tidak cukup kita hanya menjaga diri agar tidak (terlalu) jahat. Kita harus mau hidup dari sabda Tuhan. Hanya dengan hidup dari sabda Tuhan, kita juga akan dapat menyatakan kasih-Nya: “ uhan Allah telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataanku aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu .” (Yes. 50;4).

Ya Tuhan. ampunilah aku yang sering kali tidak menyadari keberdosaanku. Oleh bilur-bilur-Mu sucikan dan bersihkanlah hatiku. Amin.

 

Sumber: Ziarah Batin 2017

Kredit Foto: Ilustrasi (Ist)

 

Tags

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Related Articles

instagram default popup image round
Follow Me
502k 100k 3 month ago
Share
error: Silakan share link berita ini
Close