Urbi

Jambore SEKAMI Perdana Di Papua

KEGIATAN  Jambore Perdana SEKAMI Regio Papua yang dilaksanakan di Kabupaten Sorong berlangsung meriah. Kegiatan yang dilaksanakan di Seminari Petrus Van Diepen Aimas, pada hari Rabu (28/06) ini diikuti oleh 4 keuskupan di seluruh Papua. Adapun 4 Keuskupan yang hadir dalam jambore ini,  keuskupan Agung Merauke, keuskupan Manokwari Sorong,  Keuskupan Jayapura, dan keuskupan Timika. Peserta yang mengikuti kegiatan tersebut berasal dari setiap paroki, pra paroki yang ada di keempat keuskupan ini dengan rincian keuskupan Manokwari Sorong berjumlah 26 kelompok peserta ditambah 3 kelompok dari 3 keuskupan lainnya sehingga keseluruhan peserta yang terdaftar berjumlah 792 orang dan 132 orang panitia.

Para peserta sekami Papua

Uskup Manokwari Sorong, Mgr. Hilarion Datus Lega, dalam sambutannya, mengatakan bahwa dalam konteks pemeliharaan keluhuran harkat anak- anak inilah telah lahir dan berkembang SEKAMI, sebuah serikat kerasulan Gereja Katolik yang amat membanggakan karena memperhatikan anak anak dan dunianya. “Kali ini SEKAMI mengkoordinasikan segenap potensinya di tanah Papua dengan menyelenggarakan Jambore Papua dengan tema khas Papua yakni  “Bunyikan Tifa Misioner, Senandung Sukacita Injil di Tanah Papua” ungkapnya.

Dalam bincang bincang dengan ketua TPW Sorong, RP. Lewi Ibori, OSA, mengatakan bahwa tujuan kegiatan jambore SEKAMI ini adalah untuk menghimpun dan mengimani anak anak SEKAMI  supaya mereka dapat menggalang persatuan dan persaudaraan antar komunitas SEKAMI yang ada di Tanah Papua. “Ini suatu pengalaman yang berharga dan harus dikembangkan ke depan maka bagi orang tua supaya dapat memberikan kontribusi yang besar, bahkan menginfestasi masa  yang lebih tinggi di tanah Papua” katanya.

Kegiatan jambore SEKAMI ini dilaksanakan dengan maksud agar semua anak-anak dan para remaja yang tergabung dalam SEKAMI atau serikat kepausan anak misioner semakin didekat dengan prinsip kerohanian untuk menjadi murid Tuhan yang berani mewartakan dan menjadi saksi Kristus dengan semangat dan sukacita misioner, dengan cara kepedulian terhadap alam semesta yang diciptakan Tuhan untuk dihargai  dan dipelihara dengan sebaik baiknya seperti bunyi nota KWI tahun 2013, “Keterlibatan Gereja dalam Melestarikan Keutuhan Ciptaan”.

Pantauan Penulis, seluruh peserta yang mengikuti kegiatan Jambore SEKAMI sangat berantusias mengikuti acara ini dengan menampilkan ciri khas daerah mereka masing-masing. Acara penjemputan tamu kegiatan jambore pada pukul 09:00 WIT, dimeriahkan oleh kelompok tarian tambur dan sapaan adat selamat datang dari tuan tanah suku asli sorong yakni suku Moy dengan beberapa ritual. Dalam misa pembukaan yang dilaksanakan pula pada pukul 16:00 dikutii oleh sejumlah besar imam dari keuskupan Manokwari Sorong dengan diadakan misa konselebrasi dan pemukulan tifa pertanda kegiatan resmi dilaksanakan. Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah tamu undangan seperti, Dirjen Bimas Katolik, Bupati Kabupaten Sorong, Bupati Kabupaten Tambrauw dan Para Kepala Departemen Agama se Provinsi Papua Barat.

Laporan dan Foto  : Marthina Fifin Da Lopez (Komsos Paroki Santo Paulus Fakfak)

Tags

RD. Kamilus Pantus

Imam diosesan (praja) Keuskupan Weetebula (Pulau Sumba, NTT); misiolog, lulusan Universitas Urbaniana Roma; berkarya sebagai Sekretaris Eksekutif Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) KWI, Juli 2013-Juli 2019

Related Articles

2 Comments

  1. Saya sangat berharap, semoga jambore sekami perdana di papua menjadi terang bagi seluruh anak dan remaja katolik di negeri cendrawasih tercinta. Juga mereka bisa semakin memupuk dan mengembangkan iman mereka akan Kristus sebagai Guru dan teladan hidup. Sehingga ketika dewasa mereka akan mengenal makna dan nilai nilai dalam rumpun berbasis katolisitas yg istimewa dari Yesus sahabat sejati.

    1. Terimakasih atas sumbangan pemikiran bagi pertumbuhan dan perkembangan gereja di bumi Cendrawasih, pa Rafael Fautngilyanan.

instagram default popup image round
Follow Me
502k 100k 3 month ago
Share
error: Silakan share link berita ini
Close