Teladan Kita

23 Januari St. Andreas Chong Hwa-Gyong

 

Cheongsan, Korsel, 1808 – Seoul, 1840

Ia meninggalkan kota kelahirannya untuk menjalankan iman Katolik secara lebih bebas. Sebagai katekis, ia berkarya bersama Mgr. Laurent Imbert, vikaris apostolic Korea ketiga yang menetap di rumah kawannya, Andrea Son Kieng-sie. Seorang lelaki bernama Kim Yo-sang berkenalan dengan Andreas dan memberitakan bahwa pemerintah sudah menghentikan persekusi terhadap kaum Kristen. Kim mengaku mau dibaptis oleh Mgr. Laurent.

Andreas yang begitu girang merenung semalaman tentang kabar itu (diskresi) sampai ia memutuskan kepada Kim untuk memberitahu Mgr. Laurent sendiri. Kim memaksa untuk membawa dia dan para penjaga ke persembunyian Mgr. Laurent. Demi menghindari keributan, Mgr. Laurent menyerahkan diri dengan meminta supaya Andreas tidak ditahan.

Pada kesempatan lain, mata-mata memaksa Andreas memberi tahu persembunyian misionaris Jacques Castan dan Pierre Maubant yang sudah kabur ke selatan.

Meski ditahan dan disiksa berulang kali, Andreas teguh pada imannya. Ia sempat dipenjara lima bulan, barulah digantung mati pada hari ini tahun 1840.

Mgr. Laurent, Pastor Chastan, dan Maubant dipenggal pada 21 September 1839. Merka semua termasuk golongan martir yang dikanonisasi St. Yohanes Paulus II pada kunjungannya ke Alun-alun Youido, Seoul pada 6 Mei 1984.

Sumber dan gambar: Flocchini, Emilia. 4 Maret 2014. Dalam santiebeati.it. Diakses pada 16 Januari 2017

Kevin Sanly Putera

Jurnalis lepas, videografer, trainer, Tim Komsos KWI

Related Articles

instagram default popup image round
Follow Me
502k 100k 3 month ago
Share
error: Silakan share link berita ini
Close