KATEKESETeladan Kita

Pesta Pertobatan Santo Paulus, Rasul – 25 Januari

PAULUS – Seluruh kehidupan Santo Paulus dapat dijelaskan dalam satu pengalaman – pertemuannya dengan Yesus di jalan menuju Damaskus. Dalam sekejap, dia melihat bahwa semua kepribadian dinamis yang berkobar-kobar miliknya terbuang sia-sia, seperti kekuatan seorang petinju yang berayun liar. Mungkin dia belum pernah melihat Yesus, yang hanya beberapa tahun lebih tua darinya. Meskipun begitu ia telah memiliki kebencian yang teramat kuat terhadap perjuangan Yesus, ketika ia mulai mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan: “… memasuki rumah demi rumah dan menyeret laki-laki dan perempuan ke luar, menyerahkan mereka untuk dimasukan ke dalam penjara” (Kisah 8: 3b). Sekarang dia sendiri “dimasuki,” kerasukan, semua energinya dimanfaatkan untuk satu tujuan — menjadi hamba Kristus dalam pelayanan rekonsiliasi, alat untuk membantu orang lain mengalami Juruselamat.

Santo Paulus, Rasul/Ilustrasi (Ist-Rasulmonachoscorner.weebly.com)

Satu kalimat menentukan keyakinannya: “Akulah Yesus, yang kamu aniaya” (Kis 9: 5b). Sejak saat itu, satu-satunya pekerjaannya adalah untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus. Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasaNya, yang bekerja dengan kuat di dalam aku ”(Kolose 1: 28b-29). “Karena Injil kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh Roh Kudus dan dengan suatu kepastian yang kokoh” (1 Tesalonika 1: 5a).

Santo Paulus, Rasul mengajar/Ilustrasi (Ist-pesankasihdarisurga.blogspot.com)

Kehidupan Paulus menjadi suatu pemberitaan yang tak kenal lelah, dijadikan ciptaan baru, membagikan kemenangan Kristus dan suatu hari akan bangkit dari kematian seperti dia. Melalui Kristus yang bangkit ini, Bapa mencurahkan Roh ke atasnya, menjadikannya benar-benar baru.

Jadi pesan utama Paulus kepada dunia adalah bahwa manusia diselamatkan sepenuhnya oleh Tuhan, bukan oleh apa pun yang dapat Anda lakukan. Iman yang menyelamatkan adalah karunia dari komitmen total, bebas, pribadi dan penuh kasih kepada Kristus, sebuah komitmen yang kemudian menghasilkan buah dalam lebih banyak “pekerjaan” daripada yang bisa direnungkan oleh Hukum.

Sumber : https://www.franciscanmedia.org, Diakses pada 24 Januari 2019.

Tags

Stefani Ira Wijayanti

Staf Komisi Komunikasi Sosial, Konferensi Waligereja Indonesia, sejak Januari 2019-...

Related Articles

Check Also

Close
instagram default popup image round
Follow Me
502k 100k 3 month ago
Share
error: Silakan share link berita ini
Close