KATEKESETeladan Kita

Santo Maurelio : 07 Mei

MAURELIO hidup sekitar tahun 644, di Edessa, Mesopotamia. Keluarganya merupakan kaum bangsawan kerajaan, ia adalah anak pertama dari tiga bersaudara, saudara lelakinya bernama Ippolito dan Rivallo. Ayahnya bukan seorang Kristiani, namun dengan teguh ia memberanikan diri mengatakan kepada ayahnya bahwa dirinya ingin membaktikan hidupnya bagi Kristus, seketika ayahnya menolak keras. Sang ayah ingin Maurelio melayani bagi pemerintahan negara saja, hingga Maurelio mengurungkan niatnya. Pada saat ayahnya wafat, ia terpilih sebagai raja di Edessa. Menjadi seorang raja tak berhasil menyingkirkan panggilan hidup kudus yang membara dalam hatinya, keputusan bulat dibuatnya untu meninggalkan kerajaan ditangan saudaranya Ippolito dan mendedikasikan dirinya untuk pembentukan rohani dan menjalani pendidikan Imamat.

Santo Maurelio/Ilustrasi
Santo Maurelio/Ilustrasi

Dalam naungan bimbingan Uskup Theophilus, ia berhasil menyelesaikan pendidikan imamat dan menerima tahbisan Imam. Uskup Theophilus kemudian mengirimnya ke Roma, di sana Maurelio mengungkap situasi kondisi doktrin bidaah yang sedang menyebar saat itu dan menerima nasihat yang tepat dari Bapa Suci untuk melawannya. Beberapa tahun berselang, Bapa Suci penunjukan dirinya sebagai seorang uskup Voghenza – Ferrara yang baru menggantikan Uskup sebelumnya yang telah wafat.

Banyak mukjizat hari demi hari yang disampaikan Tuhan bagi banyak orang melalui perantaraan dirinya, salah satu kisahnya ketika seorang gadis buta disembuhkan, sukacita mengalir, sang anak meminta ayahnya untuk membangun sebuah bangunan yang dijadikaan biara Venerable San Silvestro. Maurelio mendedikasikan dirinya dalam kehidupan doa. Suatu Ketika ia mendapat sebuah mimpi, firasatnya mengatakan suatu hal buruk akan terjadi. Dan benar terjadi, ia mendapatkan kabar berita bahwa saudaranya Ippolito, telah dibunuh oleh saudara lelakinya yang lain, Rivallo. Saudaranya Rivallo membenci agama Kristen, ketika  Maurelio pulang ke Edessa dan di sana ia sangat mengkritik saudaranya, namun dengan angkuh ia menjawab dan mengurungnya di penjara setelah menyiksanya, Maurelio dipenggal dan dimakamkan di istana kerajaan yang sama.

(santiebeati.it)

inspirasimu: Santo Francis de Montmorency Laval : 07 Mei

Tags

Stefani Ira Wijayanti

Staf Komisi Komunikasi Sosial, Konferensi Waligereja Indonesia, sejak Januari 2019-...

Related Articles

instagram default popup image round
Follow Me
502k 100k 3 month ago
Share
error: Silakan share link berita ini
Close