BERITA

Paramenta Remaja KTS: Wahana Belajar Melayani Gereja

PADA Sabtu, 29/6, di Paroki Santo Eugenius De Mazenod (Eudema), Tanjung Redeb, Berau, para peserta Jambore Remaja Katolik Keuskupan Tanjung Selor (KTS) diperkenalkan dengan aneka macam dan pernak-pernik perlengkapan liturgi. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda selama Jambore Remaja Katolik yang perdana di KTS. Harapannya, para peserta semakin mengenal dan memahami khazanah Gereja Katolik, terutama dalam bidang liturgi.

Peserta Jambore Remaja KTS sedang belajar mengenal perlengkapan liturgi (Doc. Komsos KTS)

Kenali dan Pahami Liturgi

Jambore tingkat keuskupan ini diikuti oleh sekitar 700-an remaja Katolik, yang berasal dari 14 paroki. Dalam kegiatan pengenalan perlengkapan liturgi ini, mereka dibagi menjadi 58 kelompok, yang masing-masing kelompok terdiri dari 12-13 peserta.

Panitia pun sudah menyiapkan 12 pos perhentian untuk mendukung jalannya proses memperkenalkan perlengkapan liturgi kepada para peserta. Masing-masing pos menyediakan peralatan liturgi yang berbeda-beda. Kegiatan ini lazim dinamakan “paramenta” (mengenal perlengkapan liturgi).

Di pos pertama misalnya, disebut pos Warna Liturgi. Di sini, para peserta diperkenalkan dengan pakaian liturgi yang digunakan oleh imam saat merayakan Ekaristi. Ada banyak pakaian yang ditampilkan sesuai dengan warna liturgi. Setiap kelompok lalu diberi perintah untuk mempersiapkan pakaian yang akan digunakan imam sesuai dengan tema perayaan yang sudah ditentukan oleh panitia.

Selain pos Warna Liturgi, ada juga pos yang menyediakan peralatan liturgi, yaitu aneka alat yang digunakan untuk perayaan Ekaristi. Di pos ini, para peserta pun diminta untuk mempersiapkan perlengkapan liturgi jika akan melaksanakan Ekaristi. Tampak antusiasme mereka dalam upaya menyiapkan pakaian imam sesuai dengan warna liturginya.

Ada juga pos yang memperkenalkan Buku-buku Liturgi, yaitu aneka buku yang digunakan untuk merayakan Ekaristi. Lagi-lagi, di pos ini, para peserta belajar mempersiapkan buku-buku yang akan digunakan dalam perayaan Ekaristi. Mereka mempersiapkan buku-buku liturgi sesuai dengan perintah panitia.

Menarik bahwa ada pos Doa Spontan. Di dalam pos ini, para peserta tidak disodori lagi peralatan liturgi. Akan tetapi, panitia meminta agar salah satu peserta dari masing-masing kelompok dapat memimpin doa secara spontan. Maksudnya, selain mengenal perlengkepan liturgi, para peserta juga diajak untuk ikut terlibat aktif dalam upacara-upacara liturgi dalam Gereja.

Baca juga: https://www.mirifica.net/2019/06/28/remaja-katolik-tanjung-selor-mesti-kreatif-dan-bersemangat-misioner/

Peserta Jambore Remaja KTS sedang belajar mengenal perlengkapan liturgi (Doc. Komsos KTS)

Mendorong Remaja Terlibat Aktif

Menurut Direktur Diosesan (Dirdios) KKI Keuskupan Tanjung Selor, Sr. M. Gerarda Untu, DSY, tujuan dan maksud dari kegiatan ini adalah mengantarkan anak-anak remaja untuk mengenal lebih dekat pernak-pernik liturgi dalam Gereja Katolik.

“Diharapkan melalui kegiatan ini, para peserta dapat mengenal dan memahami berbagai perlengkapan liturgi. Dengan demikian, ketika mereka nantinya kembali ke paroki masing-masing, para remaja ini dapat membantu pastornya untuk mempersiapkan berbagai perlengkapan yang akan digunakan untuk merayakan Ekaristi,” tandas Dirdios KKI KTS ini.

Lebih lanjut, Sr. Gerarda menjelaskan bahwa kegiatan ini juga bermaksud untuk menarik minat para remaja agar mau bergabung ke dalam komunitas putra-putri altar di paroki masing-masing. Harapannya, mereka dapat aktif mengambil bagian dan peranan dalam kehidupan menggereja untuk memajukan parokinya masing-masing.

Menjadi Pelayan Altar

Setelah kegiatan “paramenta” selesai, para peserta kembali ke tenda utama, tempat berlangsungnya acara bersama, untuk mengikuti sesi refleksi. Bagian ini merupakan simpul atau usaha mencari benang merah dan mengumpulkan buah-buah rohani dari kegiatan “paramenta” yang baru saja dilakukan. Ketua Komisi Liturgi Keuskupan Tanjung Selor, Pastor F. Anggras, MSF menjadi narasumber dan pendamping dalam sesi refleksi ini.

Peserta Jambore Remaja KTS sedang belajar mengenal perlengkapan liturgi (Doc. Komsos KTS)

Mengutip tema kegiatan Jambore Remaja Katolik KTS “Remaja Misioner Siap Kabarkan Sukacita Injil”, Pastor F. Anggras, MSF membuka sesi tatap-muka dengan para peserta. Mereka diajak untuk memaknai tema tersebut dengan melakukan hal-hal sederhana. Misalnya, Pastor Anggras mencontohkan, mulailah bergabung di komunitas dan menjadi putra-putri altar di paroki masing-masing. Lebih lanjut lagi, sebagai anggota pelayan altar, para reserta dibekali pemahaman agar mampu menjadi putra-putri altar yang selalu siap melayani dan disiplin.

Menurut Pastor Anggras, pelayan altar mesti siap melayani imam dalam Liturgi Ekaristi dan fasih mengenal berbagai peralatan liturgi sehingga dapat mempersiapkan segala peralatan yang akan digunakan untuk Ekaristi. “Jadilah putra-putri altar yang rendah hati, hormat pada benda-benda suci yg digunakan untuk Ekaristi dengan semangat pelayanan yang murah hati,” pesan Pastor Anggras.

Kegiatan paramenta yang ditutup dengan refleksi ini berlangsung selama empat jam, mulai pukul 08.00-12.00 WITA. Usai acara tersebut, peserta beristirahat untuk menikmati santap siang; dan mempersiapkan untuk pentas seni yang dilaksanakan sore harinya. (KomsosKTS/RBE)

Baca juga: https://www.mirifica.net/2019/06/27/jambore-remaja-perdana-keuskupan-tanjung-selor/

Tags

RD. Kamilus Pantus

Imam diosesan (praja) Keuskupan Weetebula (Pulau Sumba, NTT); misiolog, lulusan Universitas Urbaniana Roma; berkarya sebagai Sekretaris Eksekutif Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) KWI, Juli 2013-Juli 2019

Related Articles

instagram default popup image round
Follow Me
502k 100k 3 month ago
Share
error: Silakan share link berita ini
Close