Ajaran GerejaKATEKESE
Trending

PEKAN II : PEKAN ADVENT KEDUA : Menumbuhkan Tunas-tunas Kebaikan Menggantikan Duri-duri Keburukan

Persiapan

(Semua berkumpul mengelilingi Lingakran Advent.)

Semua berkumpul mengelilingi krans advent.

P : Hai bangsa di Sion lihatlah, Tuhan akan datang menyelamatkan para bangsa. Ia akan menmperdengarkan suaraNya dengan megah dan menggembirakan hatiMu.

U : Ya Tuhan datanglah, kami menanti.

P : Dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Amin.

Siapa datang kepada Tuhan, ia tidak akan ditolak. Semoga Tuhan beserta kita,

U : Sekarang dan selama-lamanya.

P : Pada pertemuan di minggu advent ke dua ini, kita mau merenungkan tumbuhnya tunas-tunas kehidupan… buah-buah damai akan ada di mana-mana… yang nampak mustahil menjadi mungkin…

Tuhan mengundang kita ke taman Tuhan, ke pelataran hati Tuhan untuk melihat dan menikmati, serta untuk bersama-sama menumbuhkan tunas-tunas kehidupan itu…

3  3   3       3   3  3     3  4   4 ,

P : Datanglah ya Tuhan Al-lahku,

2  2  2   2   2   2   3  3  .

U : selamatkanlah umatMu

 Bacaan dan meditasi

P : Yes 11:1 Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah. 11:2 Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN; 11:3 ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. 11:6 Serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya. 11:7 Lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput dan anaknya akan sama-sama berbaring, sedang singa akan makan jerami seperti lembu.

11:9 Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus, sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan TUHAN, seperti air laut yang menutupi dasarnya.

P : Datanglah ya Tuhan Allahku,

U : Selamatkanlah umatMu

P : Silahkan duduk, ambillah sikap meditasi yang baik, yang enak. Pastikan tubuhmu tegak lurus, pandanganmu ke depan, nafasmu teratur, tanganmu terbuka, letakkan di atas pahamu, lalu katupkan matamu perlahan-lahan… Hiruplah nafas yang panjang… resapkan di dalam dadamu… hembuskan perlahan-lahan… Hiruplah nafas yang panjang… terimalah nafas itu sebagai nafas hidup dari Tuhan… biarkan Tuhan memenuhi jiwa dan ragamu… hembuskan lagi nafasmu perlahan-lahan…

P : Dalam bayanganmu, rasakanlah dirimu ada di sebuah taman, hijau, sejuk, hening dan teduh… Pepohonan kaya akan cabang dan ranting… dedaunan rimbun… terasa aroma harum daun-daun muda, dan wangi kuncup-kuncupnya… Padahal, tadinya pepohonan ini kering.. meranggas… tak berdaun… nampak mati, oleh musim gugur dan musim dingin yang panjang… musim semi telah datang… dedaunan tumbuh di seluruh ranting…

Lihatlah, ada sebuah tunas muncul, perlahan tapi pasti; menjadi ranting, kuat, dengan 7 kuncup mungil…

Lihat, ia tersenyum, melambai, meminta perhatianmu… 7 kuncup itu, masing-masing punya nama : kebijaksanaan… pengertian…nasihat… kekuatan… pengenalan… takut akan Tuhan… kesalehan… Oh indahnya, oh bagusnya nama-nama itu… Lihat, seorang anak, mungkin anak pemilik taman itu… datang berlari padamu… rasakan ia bersandar padamu… penuh aman… ia tidak merasa asing… ia merasa enjoy dan damai di pelukanmu… ia memegang telapakmu, lalu ia menuliskan di sana : aku bijaksana, tidak gegabah, tidak plin plan, tidak hanyut oleh dunia… ia menulis lagi di telapakmu : aku pengertian : aku mampu memahami maksud dan kemauan Tuhanku… aku berakal budi, sehat; tidak suka menang sendiri, tidak memaksakan kehendak, aku bisa paham, akur, menerima perbedaan… Ia menulis lagi :  aku suka akan nasehat Tuhanku : aku anakNya, aku taat, aku dengar-dengaran, bukan bandel, bukan sok jago, tidak keras kepala… ia menulis lagi : kekuatan : aku kuat, jika aku lemah Tuhan kuatkan aku, dari diriku sendiri aku tak mampu, tapi Tuhanlah andalanku… Aku mengenal Tuhan : ada pengenalan yang intim akan Tuhan, ada relasi pribadi, ada kedekatan; Ia tunjukkan jalan-jalanku, aku tak bakal sesat… Aku  takut akan Tuhan, artinya aku tak mau melukai hatiNya, aku tak mau melawan Dia… aku suka menyenangkan Dia, dalam hal apa saja, aku mau jadi kesenangan Dia… Kesalehan, ya kesalehan ada padaku, Ia menyucikan aku oleh pembaptisanku dan pengampunan dosaku dan oleh tubuh dan darah suciNya… aku bisa saleh, bisa kudus, bisa seperti malaekatNya…

Oh, kurasakan anak itu mendekapku dan lihat, ia menyirami 7 kuncupku dengan air embun yang menyuburkan… ia senyum padaku, ia membelai kuncup-kuncupku tadi…

P : Atur kembali pernafasanmu… hiruplah nafasmu dalam-dalam… resapkan penuh kesegaran… hembuskan perlahan-lahan…

Kau lihat, musim semi itu penuh dengan tunas-tunas baru… yang tadinya mati, kini hidup… yang tadinya tidak ada, sekarang ada… lihat, serigala tidak memangsa kambing, malah bermain kejar-kejaran… singa dan lembu merumput bersama… tak ada yang jahat… tak ada yang buruk… oh selamat datang musim semi… musim kehidupan… musim keajaiban…

Rasakan, anak ajaib itu menuntun tanganmu berjalan di taman… ia bernyanyi : damai, damai, damailah senantiasa… ia bersenandung :  smua baik, smua baik, apa yang tumbuh smuanya baik… ia meyakinkanmu : yang jahat telah lewat, yang buruk kian terpuruk… selamat datang musim semi, tunas-tunas baru…

Lihat, ia senyum padamu… lalu ia berlari, menghilang di balik tanaman indah…

Hiruplah nafas panjang-panjang… resapkan di taman hatimu… rasakan tunas-tunas baru, indah, bagus, suci, mulai tumbuh di sana… Sambutlah… syukurilah… senyumlah menyambut mereka…

Lihat, di balik dedaunan hijau dan kuncup-kuncupmu, akan datang sebuah sinar baru, cahaya baru, sinar lilin advent ke dua, penuh indah dan pesona…

Terima kasih Tuhan, terima kasih Tuhan….

P : Datanglah ya Tuhan Allahku,

U : Selamatkanlah umatMu

P : Bertumbuhlah hai tunas-tunas indah dan mulia dalam di-riku

U : Jadikanlah hidupku musim semi yang baru

Penyalaan Lilin Adven II

P : Bukalah matamu perlahan-lahan… syukurilah saat-saat teduh dan damai tadi…  Nabi Yesaya mengajak kita : Lihatlah, tunas baru akan keluar dari tunggul Isai… berjalanlah dalam terang Tuhan… Saya mengajak kita semua bangkit berdiri, kita menatap ke lingkaran Adven kita dan saya mempersilahkan yang termuda dari antara kita, symbol kuncup keidupan baru, untuk menyalakan lilin advent ke dua, sambil kita bernyanyi dengan lembut :

U : Kumbaya my Lord, kumbaya, kumbaya my Lord, kumbaya; kumbaya my Lord, kumbaya, oh Lord, kumbaya

P : Marilah berdoa : [mari kita berdiri mengelilingi krans adven]

Tuhan Yesus Kristus, kami berkumpul sekeliling krans advent ini. Daun-daun hijau ini mengingatkan kami, untuk bertumbuh baru, hidup baru, membawa kesejukan, kemanisan dan keindahan. Kami ingat, jika kami terpisah dariMu, kami akan mati, sebab Engkaulah pokok hidup kami… Kami tak mau terpisah, kami mau lebih akrab denganMu dan satu sama lain. Kami juga ingin dibersihkan dan disucikan melalui sakramen tobat, agar menjadi subur untuk kuncup-kuncup keutamaan dan kebaikan yang baru. Semoga di minggu advent ke dua ini, kami boleh membuat apa yang mustahil, menjadi mungkin; yang malas jadi rajin, yang takut menjadi berani, yang bermusuhan bergandeng tangan, yang salah paham sehati sejiwa. Damai, damai, damailah senantiasa. Kami tumbuh, kami hidup, kami bersemi. Tuhan, terima kasih untuk pertemuan hari ini. Dalam terangMu kami melihat cahaya.

U : Amin.

P : Datanglah ya Tuhan Allahku,

U : Selamatkanlah umatMu

P : Bertumbuhlah hai tunas-tunas indah dan mulia dalam diriku

U : Jadikanlah hidupku musim semi yang baru

Penutup

P : Kita semua adalah anak-anak Bapa, yang mau merangkul, memeluk, mempersatukan kita bagaikan lingkaran advent yang bulat ini. Mari kita saling berpegangan tangan, dan bersama-sama berdoa kepada Bapa kita :

U : Bapa kami yang ada di surga….

P : Semoga Tuhan beserta kita

U : Sekarang dan selama-lamanya

P : Semoga Tuhan memberkati kita sekalian dan niat-niat kita selama minggu ini, dengan berkat Allah yang mahakuasa,

U : Dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Amin.

Lagu penutup : PS 442 : O datanglah Imanuel, ayat 3 & 5

 

Mari Memasuki Masa Advent oleh P. Terry Ponomban, Pr

 

Tags

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Related Articles

instagram default popup image round
Follow Me
502k 100k 3 month ago
Share
error: Silakan share link berita ini
Close