KATEKESETeladan Kita
Trending

Santo Turibius dari Mongrovejo : 23 Maret

TURIBIUS dilahirkan pada tahun 1538 di Leon, Spanyol. Ia menjadi seorang professor di sebuah universitas dan kemudian menjadi seorang hakim yang terkenal. Ia adalah seorang Kristiani yang baik, terkenal sebagai seorang yang jujur dan bijak. Suatu hal luar biasa yang terjadi atasnya mengubah seluruh hidupnya.

Secara tidak diduga Professor Turibius diminta Gereja untuk menjadi Uskup Agung Lima, Peru. Ini terjadi karena Lima membutuhkan seorang uskup agung dan banyak orang dalam Gereja yakin bahwa Turibius memiliki kualitas untuk posisi itu. Turibius awalnya tentu saja sangat berkeberatan. Ia bukanlah seorang imam dan Peru terletak jauh di belahan benua Amerika Selatan. Turibius memohon dengan sangat agar ia dibebaskan dari kehormatan tersebut. Tetapi, ketika ia menyadari kondisi penduduk pribumi Peru yang amat mengenaskan, ia tak dapat menolak. Ia ingin menolong mereka dan membawa mereka kepada iman. Akhirnya, St Turibius ditahbiskan dan berangkat ke Peru.

23 Maret, katekese, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Para Kudus di Surga, Santo Serapion,Santo Deogratias, Santo Turibius dari Mongrovejot, santo santa, teladan kitaSebagai seorang uskup agung, St Turibius mengunjungi segenap pelosok negeri. Ia melakukan perjalanan di atas bukit-bukit bersalju dengan kaki telanjang. Ia berjalan di atas pasir pantai yang panas. Ia melihat banyak hal selama kunjungan- kunjungannya. Orang – orang Spanyol terutama tentara- tentara dikenal berwatak bejat. Orang Indian dikenal bodoh; sedangkan imam- imamnya malas dan mempunyai banyak isteri. Hal ini menggerakkan dia untuk segera mengadakan pembaharuan total dalam keuskupannya. Terhadap orang- orang Spanyol yang bejat moralnya, ia tidak segan- segan menjatuhkan hukuman yang setimpal. Untuk orang- orang indian yang bodoh, ia berusaha mendirikan sekolah- sekolah. Untuk mendapatkan tenaga- tenaga imam bagi pelayanan umat, ia mendirikan sebuah seminari, yang dikenal sebagai seminari pertama di Amerika. Para imam dibinanya agar kembali sadar akan keluhuran panggilannya dan tugasnya sebagai pelayan umat.

23 Maret, katekese, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Para Kudus di Surga, Santo Serapion,Santo Deogratias, Santo Turibius dari Mongrovejot, santo santa, teladan kita

Turibius dengan tekun mempelajari bahasa daerah dan adat istiadat setempat. Orang- orang Indian yang masih terbelakang mendapat perhatian yang khusus. Ia membela mereka dari segala tindak jahat orang Spanyol. Ia mendirikan gereja-gereja dan rumah-rumah sakit. Ia memulai sekolah pertama di Amerika Latin untuk pendidikan calon imam. Sekolah yang demikian dinamakan seminari. Ia belajar berbagai bahasa setempat yang berbeda-beda. Ia menghendaki umat dapat mendengarkan homili pada waktu Misa dan mengaku dosa dalam bahasa ibu mereka. Ia melindungi penduduk pribumi yang kerap kali diperlakukan dengan keji oleh para penjajah.

Usahaya untuk memperbaharui kehidupan imam umat sangat berhasil. Ia dibantu oleh rekannya santo Fransiskus Solanus. Selama 25 tahun memimpin gereja Peru sebagai uskup Agung, Turibius berhasil menghantar kembali orang- orang Spanyol kepada tata cara hidup Kristiani. Demikian juga orang- orang Indian.

Santo Turibius mencintai rakyat Peru. Ia menghabiskan sepanjang sisa hidupnya sebagai seorang imam dan uskup bagi mereka. Ia wafat pada tanggal 23 Maret 1606 dalam usia enampuluh delapan tahun. St Turibius dimaklumkan sebagai santo oleh Paus Benediktus XIII pada tahun 1726

Sumber: katakombe.org

Inspirasimu: Santo Deogratias : 22 Maret

Tags

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Related Articles

instagram default popup image round
Follow Me
502k 100k 3 month ago
Share
error: Silakan share link berita ini
Close