BERITA
Trending

Kesaksian Kardinal Dan Rekan Uskup Atas Alm Mgr. Anicetus Bongsu Sinaga OFMCap (2)

MIRIFICA – Kepergian Mgr Anicetus Bongsu Sinaga OFMCap menyisakan kenangan mendalam bagi mereka yang mengenalnya teristimewa bagi para rekannya, berikut kesaksian Bapa Kardinal dan para Uskup Indonesia mengenai sosok Mgr. Sinaga:

KomsosKWI, gereja Katolik Indonesia, katolik, Konferensi Waligereja Indonesia, Mgr Situmorang, Mgr. Martinus Dogma Situmorang OFMCap, RIP, uskup indonesia, Uskup Keuskupan Padang

Mgr. Yustinus Harjosusanto MSF – Uskup Agung Samarinda

Perjumpaan dan sekaligus perkenalan saya dengan Bapak uskup Anicetus B. Sinaga, OFMCap terjadi ketika saya ditahbiskan menjadi uskup pada tanggal 14 April 2002. Perjumpaan selanjutnya berlangsung hanya selama sidang KWI, kunjungan ad Limina dan beberapa kesempatan lain. Kendati  perjumpaan dan pengenalan yang amat terbatas itu, saya menangkap beberapa kesan. Selain simpatik, ceria dan energik, beliau memiliki kemampuan bekerja cepat. Tak terbayang bagi saya bahwa suatu tugas yang diterima dalam sebuah pertemuan, langsung dikerjakan dan hari berikutnya sudah siap untuk difotokopi. Ternyata bukan hanya laptop yang beliau bawa, melainkan juga portable printer. Dalam perjumpaan atau pertemuan selain spontanitas yang tinggi, partisipasi dan keterlibatan beliau amat besar. Hampir pada setiap pertemuan selalu berkontribusi baik  melalui pertanyaan maupun penjelasan yang terkadang panjang lebar.

Ada pengalaman yang amat mengesan bagi saya yaitu beliau menghadiri acara pentahbisan saya menjadi uskup Tanjung Selor, yang dilaksanakan di Tarakan. Saat berjumpa untuk pertama kalinya itu, terungkap sikap ramah dan akrab. Ucapan selamat yang saya terima bukan disampaikan dengan menjabat tangan tetapi dengan pelukan hangat, sambil menyampaikan rasa simpatiknya dengan mengatakan bahwa beliau juga ditunjuk oleh Bapa Suci Yohanes Paulus II untuk menjadi uskup pertama di keuskupan baru, yaitu Sibolga. Selama berada di Tarakan, beliau sungguh membesarkan hati saya dengan membagikan pengalamannya ketika memulai berkarya di keuskupan baru itu.

Acara hari berikutnya adalah kunjungan ke Tanjung Selor yang dikuti oleh sebagian besar para uskup dan para tamu yang masih sempat, termasuk Bapak Uskup Anicetus. Sebagai uskup yang baru saja ditahbiskan saya mengira bahwa acara kunjungan itu memang murni sebagai kunjungan dalam arti melihat gedung gereja paroki Tanjung Selor yang diangkat martabatnya sebagai katedral. Karena gedung gereja Santa Maria Assumpta yang terbuat dari kayu dan tua itu rupanya belum layak menyandang martabat itu, para tamu masuk ke dalam gereja dan sekedar melihat-lihat keadaan. Tiba-tiba, secara spontan, bapak Uskup Anicetus mengajak semua yang sedang ada di dalam gereja berdoa. Itulah ungkapan sikap spontan dan cepat tanggap atas situasi tanpa harus direncana dan ternyata memang tepat. Dalam hati saya meng-iya-kan spontanitas itu, bersyukur bahwa ada acara spontan itu, sehingga seusai doa itu saya secara khusus menyampaikan terima kasih kepada beliau. Waktu itu, muncul pertayaan dalam hati saya, jangan-jangan saya yang mestinya memimpin doa itu. Acara spontan singkat itu semakin saya syukuri setelah di kemudian hari saya menyaksikan sejumlah tahbisan uskup yang lazimnya dirangkai dengan misa perdana di katedral.

KomsosKWI, gereja Katolik Indonesia, katolik, Konferensi Waligereja Indonesia, Mgr Situmorang, Mgr. Martinus Dogma Situmorang OFMCap, RIP, uskup indonesia, Uskup Keuskupan Padang

 

Mgr. Samuel Oton Sidin OFM Cap – Uskup Sintang

Kesan paling kuat: beliau seorang Uskup yang selalu menebar sukacita, tidak segan-segan mengemukakan pendapatnya dalam pelbagai kesempatan rapat, tegar, sangat percaya diri dan sebagai Kapusin beliau memiliki semangat persaudaraan luar biasa.

 

KomsosKWI, gereja Katolik Indonesia, katolik, Konferensi Waligereja Indonesia, Mgr Situmorang, Mgr. Martinus Dogma Situmorang OFMCap, RIP, uskup indonesia, Uskup Keuskupan Padang

Mgr. Vincentius Sensi Potokota – Uskup Agung Ende

60 tahun sebagai imam adalah bukti nyata dari konsistensi pilihan pribadi yang diyakininya, sejak awal, sesuai kesaksian verbalnya pada suatu wawancara video. Lalu 30 tahun pengabdian episkopalnya pasti merupakan penyempurnaan pemberian diri yang total. Selanjutnya dari kebersamaan kolegial sebagai uskup, rekaman kesan paling kuat dan bermakna ialah tentang kebiasaan aktif berpikir meski terkendala daya pendengarannya. Beliau seorang yang amat kontributif dalam pemikiran-pemikiran teologis sebaga seorang teolog bergelar. Sebagai seniorku dalam imamat, kerohaniannya exemplaris buat saya. Tetapi juga dalam hal-hal perdaudaraan rekreasional; Mgr. Sinaga ternyata bisa hadir sebagai Opung gaul. Terima kasihku yang tulus dan penuh apresiasi untuk berkat Tuhan dalam kesaksian hidupmu.

Opung Sinaga terkasih. Selamat jalan, sampai jumpa, RIP dan Horas. Mgr. Sensi – Ende

Baca juga: Kesaksian Kardinal Dan Rekan Uskup Atas Alm Mgr. Anicetus Bongsu Sinaga OFMCap (1)

Tags

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

instagram default popup image round
Follow Me
502k 100k 3 month ago
Share
error: Silakan share link berita ini
Close